Kab. Kutai Timur

Kakao Karangan Ilir Kian Berjaya, Hilirisasi Dongkrak Pendapatan Petani Kutim

Bagikan

Kutai Timur, Solidaritas – Desa Karangan Ilir di Kecamatan Karangan terus menguatkan posisinya sebagai sentra kakao paling produktif di Kutai Timur (Kutim), dengan kualitas biji kakao yang telah menembus pasar ekspor dan menjadi penggerak ekonomi utama masyarakat desa.

Pengembangan komoditas kakao di wilayah ini tidak lagi sekadar mengandalkan penjualan bahan mentah, tetapi telah bergeser menuju hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani.

“Perubahan pola tanam dan cara mengolah kakao membuat petani semakin merasakan manfaat ekonomi yang lebih besar,” kata Roni Hendra, staf Kelurahan Kecamatan Karangan.

Para pelaku usaha lokal kini berhasil menghasilkan beragam produk turunan seperti serbuk coklat siap konsumsi dan minyak coklat untuk kebutuhan kosmetik, membuka peluang pendapatan baru bagi warga.

Pusat budidaya tetap berada di Desa Karangan Ilir, menggunakan varietas unggulan MCC-01 asal Sulawesi yang dikenal memiliki ukuran buah besar, biji padat, dan produktivitas yang stabil.

Teknik sambung pucuk terus diterapkan oleh petani guna memperkuat ketahanan bibit terhadap penyakit sekaligus menjaga konsistensi hasil panen.

Roni menegaskan, capaian produktivitas saat ini merupakan bukti komitmen kolektif para petani dalam menerapkan perawatan intensif dan pemeliharaan kebun secara berkelanjutan.

“Yang terpenting bagi kami adalah memastikan kualitas panen tetap terjaga agar pasar terus menerima produk kakao Karangan,” ujarnya.

Meski harga kakao sempat berfluktuasi hingga mencapai Rp150.000 per kilogram sebelum menurun, para petani tetap optimistis melihat prospek jangka panjang komoditas ini, terutama karena kebutuhan industri makanan dan kosmetik terus meningkat.

Sebagian besar hasil panen dikirim ke Berau sebagai titik penampungan sebelum masuk ke jalur ekspor, dan pasar disebut tetap memiliki daya serap tinggi sepanjang tahun.

Dengan produktivitas yang stabil, hilirisasi yang tumbuh pesat, serta peluang pasar global yang semakin terbuka, kakao Karangan Ilir kini menjadi ikon komoditas unggulan Kutim sekaligus sumber kebanggaan masyarakat desa.(ADV)


Bagikan

Related Posts