Kutai Kartanegara, Solidaritas – Pembangunan infrastruktur yang menunjang pelestarian budaya dan lingkungan di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, merupakan upaya yang sangat penting. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk menikmati fasilitas yang memadai sambil tetap menjaga warisan budaya dan lingkungan mereka.
Desa Loa Kulu Kota memiliki nilai historis yang cukup tinggi, khususnya dalam hal budaya dan peninggalan bersejarah yang hingga saat ini masih terawat. Peninggalan-peninggalan tersebut tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah, tetapi juga sumber kebanggaan dan identitas masyarakat lokal.
Kepala Desa Loa Kulu Kota, Muhammad Rijali, menyebutkan beberapa peninggalan bersejarah di wilayahnya, seperti tugu bekas lokasi pengibaran bendera kemerdekaan, situs arkeologi yang menyimpan artefak-artefak sejarah, serta bangunan-bangunan tradisional yang masih terawat dengan baik.
“Tradisi dan upacara adat juga masih kami laksanakan hingga saat ini. Baru-baru ini kami mengadakan Festival Hudoq di Desa Loa Gagak, dan ini akan kami jadikan agenda tahunan,” kata Rijali.
Saat ini, sebagai upaya pelestarian budaya, Pemerintah Desa (Pemdes) Loa Kulu Kota dan masyarakat lokal bekerja sama dalam merawat peninggalan bersejarah. Upaya tersebut meliputi pengawasan dan perawatan rutin situs-situs, serta pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya dan sejarah.
Rijali menjelaskan, melalui program “Kukar Idaman Terbaik” dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Pemdes Loa Kulu Kota akan membangun beberapa fasilitas wisata budaya yang ramah lingkungan, termasuk pembangunan jalan dan jembatan yang menghubungkan lokasi-lokasi wisata budaya.
Selain itu, lanjut Rijali, juga akan dibangun sistem pengelolaan sampah yang efektif serta fasilitas pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan.
Pembangunan infrastruktur di Desa Loa Kulu Kota ini diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, meningkatkan pendapatan melalui pariwisata budaya, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Yang pasti, pembangunan ini akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan fasilitas yang memadai, sekaligus melindungi warisan budaya dan lingkungan untuk generasi mendatang,” tutupnya. ADV/DPMD Kukar/IL










