Kutai Timur, Solidaritas – Aksi dalam Program Adiwiyata resmi disederhanakan menjadi lima kategori utama, kebijakan ini menjadi dasar baru bagi sekolah dalam menyusun kegiatan lingkungan yang lebih terarah.
Melalui penyederhanaan tersebut, sekolah diharapkan dapat lebih mudah memetakan aktivitas yang selama ini kerap tumpang tindih.
Lima kategori utama tersebut mencakup kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati, penghematan konservasi energi, serta penghematan konservasi air.
Seluruh kategori ini dirancang agar dapat mencakup berbagai kegiatan lingkungan yang sebelumnya tersebar dalam enam aksi berbeda.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur, Aji Wijaya Effendi, menyatakan bahwa penyederhanaan tersebut mempermudah sekolah dalam merencanakan program.
Menurutnya, perubahan ini tidak mengurangi substansi penilaian Adiwiyata yang selama ini menjadi rujukan nasional.
“Sekolah tidak perlu lagi bingung meletakkan kegiatan tertentu dalam kategori tertentu. Lima aksi ini sudah mencakup seluruh aktivitas lingkungan secara utuh,” ujar Aji, Kamis (20/11/2025).
Ia menambahkan, inovasi tetap dihitung sebagai bagian penting dalam setiap aksi. Tidak ada pengurangan nilai meskipun inovasi tidak lagi menjadi kategori khusus seperti sebelumnya.
Hal ini dianggap mampu mendorong kreativitas di tingkat satuan pendidikan.
DLH Kutai Timur memastikan bahwa pendampingan teknis akan terus diberikan agar sekolah memahami detail aturan baru.
Proses sosialisasi akan dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.
“Kami ingin seluruh sekolah memahami bahwa inovasi bukan dihilangkan, tetapi dimasukkan ke dalam setiap aksi agar lebih relevan dengan kebutuhan sekolah,” pungkasnya.
Dengan perubahan ini, sekolah diharapkan lebih efektif menyusun kegiatan Adiwiyata. Penyederhanaan aksi juga diyakini dapat mempercepat proses administrasi dan pelaporan.(ADV)









