Kutai Timur,Solidaritas – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan bahwa proses penentuan proyek Multiyears Contract (MYC) dilakukan melalui mekanisme yang transparan dan terukur. Dinas PUPR ingin memastikan skema MYC hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang benar-benar memenuhi syarat strategis.
Plt Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, mengatakan bahwa seleksi proyek MYC tidak bisa dilakukan tanpa dasar yang kuat.
“Setiap proyek harus melalui analisis teknis, pertimbangan kebutuhan, serta kajian manfaat. Semua prosesnya dapat ditelusuri dan dapat dipertanggung jawabkan,” ujarnya.
Proses penentuan dimulai dari usulan masyarakat dan perangkat desa, yang kemudian diverifikasi melalui tinjauan lapangan. Tinjauan ini bertujuan memastikan bahwa proyek yang diajukan benar-benar mendesak dan layak dibangun dengan skema MYC. Proyek yang kurang mendesak tidak akan masuk dalam daftar prioritas.
Selanjutnya, PUPR melakukan perhitungan teknis yang meliputi volume pekerjaan, durasi pelaksanaan, serta proyeksi pembiayaan jangka panjang.
Hasil perhitungan tersebut menjadi dasar dalam menentukan apakah proyek dapat diselesaikan dengan skema tahun tunggal atau membutuhkan kontrak multiyears.
Arahan Bupati juga menjadi fondasi penting dalam penentuan proyek MYC. Pemerintah daerah menetapkan beberapa prioritas strategis yang dianggap mampu mempercepat pembangunan wilayah dan meningkatkan akses masyarakat.
Selain aspek teknis dan pemerintahan, pemerintah juga melihat manfaat sosial ekonomi dari proyek-proyek tersebut. Infrastruktur yang memberi manfaat luas akan lebih diutamakan dibanding proyek kecil yang tidak memiliki dampak signifikan terhadap masyarakat.
Joni menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara terbuka dan melalui pembahasan bersama berbagai pihak.
“Kami selalu berkoordinasi dengan Bappeda, TAPD, dan DPRD untuk memastikan semua keputusan sesuai prosedur,” jelasnya.
Dengan sistem seleksi yang transparan dan terukur, Pemkab Kutim berharap skema MYC dapat digunakan secara efektif untuk percepatan pembangunan infrastruktur daerah secara berkelanjutan.(ADV)









