DaerahKab. Kutai Timur

Proyek Jalan Batu Redi Jadi Dorongan Baru Pemerataan Pembangunan di Telen

Bagikan

Kutai Timur, Solidaritas – Pemerintah Kecamatan Telen terus memperlihatkan komitmennya dalam pemerataan infrastruktur di wilayah Kutai Timur (Kutim). Salah satu yang kini menjadi perhatian utama adalah peningkatan ruas jalan Batu Redi, yang diharapkan mampu membuka akses antarwilayah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi warga.

Proyek ini sebenarnya ditargetkan membentang hingga enam kilometer pada periode pembangunan 2023–2024. Namun, Camat Telen, Petrus Ivung, menjelaskan bahwa medan yang sulit membuat progres tidak sepenuhnya sesuai rencana. Hingga saat ini, baru sekitar empat kilometer yang berhasil diselesaikan dengan konstruksi beton.

“Target awal enam kilometer, tetapi kondisi di lapangan cukup menantang, apalagi cuaca sering menghambat. Jadi baru empat kilometer yang bisa dikerjakan,” terang Petrus, Sabtu (8/11/2025).

Ia menambahkan bahwa karakteristik wilayah Batu Redi menjadi kendala tersendiri. Tanah yang berpasir dan kawasan yang mudah tergenang ketika musim hujan membuat pekerjaan tidak bisa dilakukan dengan cepat. Alat berat pun kerap kesulitan menjangkau beberapa titik saat curah hujan tinggi.

Selain faktor alam, sebagian jalur pembangunan berada di kawasan tertentu yang memerlukan izin dan koordinasi dengan berbagai instansi. Proses ini menambah waktu pengerjaan sebelum proyek dapat dilanjutkan ke segmen berikutnya.

Sebagai langkah percepatan, pihak kecamatan akan mengundang para kepala desa serta perusahaan yang beroperasi di sekitar Batu Redi. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu proses pembukaan akses jalan sehingga pekerjaan berikutnya bisa berjalan lebih cepat.

“Dalam waktu dekat kami akan adakan pertemuan dengan desa dan pihak perusahaan untuk bersama-sama mendukung aksesibilitas jalan. Manfaatnya bukan hanya untuk warga, tetapi juga untuk aktivitas usaha di sekitar wilayah tersebut,” jelas Petrus.

Tahun 2025, pembangunan diarahkan untuk menambah sekitar satu kilometer jalan beton dari sisi bawah. Jika sesuai rencana, total jalan yang dapat dimanfaatkan masyarakat akan mencapai lebih dari lima kilometer hingga akhir tahun.

Walau belum sepenuhnya rampung, proyek ini telah memberikan perubahan terasa bagi masyarakat. Distribusi hasil pertanian kini lebih mudah, akses menuju fasilitas pelayanan publik semakin lancar, dan pemasaran produk lokal menuju pusat kecamatan menjadi lebih efisien. Secara perlahan, ruas jalan ini mulai menjadi jalur ekonomi baru bagi warga Telen.

Petrus menegaskan bahwa peningkatan jalan Batu Redi akan tetap menjadi program prioritas kecamatan. “Yang penting setiap tahun ada perkembangan. Dengan begitu, masyarakat benar-benar bisa merasakan manfaat pembangunan,” tutupnya.

Dengan kemajuan yang terus berjalan, Batu Redi menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur di Telen semakin merata dan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Kutai Timur.(ADV)


Bagikan

Related Posts