Kutai Timur, Solidaritas – Stadion Kudungga kembali menjadi pusat perhatian pada Sabtu malam (8/11/2025), ketika penutupan Turnamen Sepak Bola Piala Bupati Kutai Timur (Bupati Cup) 2025 berlangsung meriah. Ribuan warga dari berbagai kecamatan memadati tribun untuk menyaksikan langsung berakhirnya kompetisi yang tiap tahun dinantikan masyarakat Kutim. Bupati Kutim, H. Ardiansyah Sulaiman, hadir secara langsung untuk menutup gelaran tersebut.
Selama beberapa minggu pelaksanaan, Bupati Cup menjadi sorotan publik karena menyuguhkan pertandingan sengit antar kecamatan. Selain mempertontonkan kemampuan para pemain, turnamen ini juga memperkuat jalinan kebersamaan serta sportivitas di lapangan hijau. Setiap laga, sejak babak awal hingga final, menghadirkan suasana penuh energi dan rasa saling menghargai antarpeserta.
Di pertandingan final, tim Kecamatan Sangkulirang tampil lebih dominan dan berhasil mengamankan gelar Juara 1. Kecamatan Sangatta Utara harus menerima posisi Runner-up setelah gagal menahan serangan lawan. Adapun Kecamatan Bengalon dan Kecamatan Muara Wahau didapuk sebagai Juara 3 bersama.
Dalam sambutannya, Ardiansyah menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, panitia, serta masyarakat Kutim yang telah membuat turnamen berjalan lancar dan kondusif.
“Turnamen ini tidak hanya soal siapa yang menang atau kalah, tetapi tentang kebersamaan, semangat juang, dan persaudaraan yang tercipta di lapangan,” ungkap Ardiansyah.
Ia juga menekankan bahwa Bupati Cup memiliki nilai lebih dari sekadar ajang olahraga, karena mampu menjadi wadah pembentukan karakter bagi generasi muda, sekaligus mempererat hubungan antarwilayah di Kutim.
“Olahraga mengajarkan kedisiplinan, kerja keras, dan pentingnya saling menghargai. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita rawat untuk membawa Kutai Timur semakin maju,” tambahnya.
Malam penutupan pun berlangsung penuh kehangatan. Bupati Ardiansyah menyerahkan secara langsung piala bergilir, medali, dan pembinaan untuk para juara. Usai penyerahan hadiah, para pemain, pelatih, dan panitia saling berjabat tangan, menandai selesainya turnamen dalam suasana penuh kekeluargaan.
Bupati Cup 2025 kembali menegaskan bahwa olahraga di Kutim bukan sekadar kompetisi, tetapi juga cerminan semangat persatuan dan kecintaan masyarakat terhadap daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Ardiansyah Sulaiman, nilai-nilai tersebut semakin kuat dan terus menjadi inspirasi bagi warga Kutai Timur.(ADV)








