DPMD Kabupaten Kutai Kartanegara

Kolaborasi dan Sinergi, Kunci Keberhasilan Desa Batuah dalam Pengelolaan Data Statistik

Bagikan

Kutai Kartanegara,Solidaritas – Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan Desa Batuah dalam mencapai prestasi sebagai salah satu desa terbaik di Indonesia dalam pengelolaan data statistik. Sinergi antara masyarakat, lembaga desa, dan mitra pemerintah telah membantu desa ini mencapai hasil yang luar biasa. Sinergi yang kuat antara masyarakat, lembaga desa, dan mitra pemerintah telah membantu Desa Batuah mengatasi berbagai tantangan dalam pengelolaan data statistik.

Hal ini diungkapkan Kepala Desa Batuah Abdul Rasyid kepada media dikantornya saat menyampaikan keberhasilan desa Batuah berhasil menembus enam besar nasional dalam ajang Desa Cinta Statistik (Cantik) 2025.

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Statistik Ketahanan Sosial BPS RI, Nurma Midayanti, kepada Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid, dalam acara penghargaan di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Jakarta, Selasa (28/10/2025).

” Kuncinya adalah masyarakat desa Batuah menjadi mitra utama dalam pengelolaan data statistik, sehingga data yang dikumpulkan lebih akurat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Masyarakat juga dapat berpartisipasi aktif dalam perencanaan dan pembangunan desa,” kata Abdul Rasyid selasa (4/11/2025)

Lebih lanjut mantan jurnalis ini mengatakan bahwa kerja sama yang baik, desa ini dapat mengumpulkan dan menganalisis data dengan lebih akurat dan efektif.

Ini adalah hasil kerja keras seluruh agen statistik dan masyarakat Batuah yang berkomitmen mendukung program Desa Cantik. Penghargaan ini juga menjadi kado istimewa menjelang hari ulang tahun ke-26 Desa Batuah.

Program Desa Cantik merupakan inisiatif BPS untuk mendorong desa-desa di Indonesia memiliki tata kelola pembangunan berbasis data statistik yang valid dan terukur.

Batuah menjadi salah satu desa yang menonjol dalam implementasi program ini, terutama dalam integrasi data untuk perencanaan pembangunan, layanan publik, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Rasyid mengatakan lembaga desa berperan sebagai fasilitator dalam pengelolaan data statistik. Mereka membantu mengumpulkan dan menganalisis data, serta menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan untuk pengelolaan data.

“Kita adalah tim yang sangat kuat. Lembaga desa, mitra kerja, dan seluruh agen statistik telah berkontribusi besar hingga Batuah bisa berada di posisi ini,” jelasnya.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa desa dapat menjadi pionir dalam pengelolaan data yang akurat untuk menopang kebijakan pembangunan, karena data bukan hanya angka, tapi arah langkah kita ke depan. Dari data, kita tahu kebutuhan, potensi, dan permasalahan yang harus diselesaikan.

Prestasi tahun ini bukan yang pertama bagi Desa Batuah. Sejak 2022, desa tersebut telah memborong empat penghargaan tingkat nasional di berbagai bidang pembangunan. Namun menurut Rasyid, tahun ini terasa lebih istimewa.

“Selain menjadi hadiah ulang tahun ke-26 Desa Batuah, penghargaan ini juga menjadi penegasan bahwa kerja kolektif berbasis data memberikan hasil nyata,” ucapnya.

Rasyid juga mengapresiasi catatan dan evaluasi dari BPS RI yang dianggap penting untuk perbaikan di masa depan.

Mitra pemerintah, seperti BPS, berperan sebagai pendukung dalam pengelolaan data statistik. Mereka menyediakan pelatihan dan bimbingan kepada lembaga desa dan masyarakat dalam pengelolaan data statistik.

Keberhasilan Desa Batuah dalam pengelolaan data statistik diharapkan dapat berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang kuat antara masyarakat, lembaga desa, dan mitra pemerintah, desa ini dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan data dan perencanaan pembangunan. ADV/DPMD KUkar/Sup

 

 


Bagikan

Related Posts