DPMD Kabupaten Kutai Kartanegara

Menghidupkan Jiwa Kopi Melalui Pelatihan Barista desa Marang Kayu

Bagikan

Kutai Kartanegara, Solidaritas – Sebagai penerjemah cita rasa yang ulung, barista mampu membangkitkan jiwa kopi luwak dengan sentuhan magis, menghadirkan harmoni rasa yang memikat dan membekas di hati setiap penikmatnya sehingga menciptakan pengalaman minum kopi yang tak terlupakan.

Barista yang terampil tidak hanya sekedar menyeduh kopi, tetapi juga merupakan seniman yang menciptakan karya seni di atas cangkir, karena setiap cangkir kopi yang disajikan dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi penikmatnya.

Rindoni Ketua Kelompok Tani Kampung Wisata Kopi Luwak desa Marang Kayu mengatakan bahwa seorang barista harus memiliki pengetahuan yang luas tentang kopi, termasuk tentang jenis biji kopi, cara penyeduhan, dan cara penyajian, sehingga mereka bisa menciptakan berbagai macam kreasi kopi yang unik dan lezat, serta dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan para penikmat kopi.

“Kami sebagai petani kopi memberikan apresiasi yang besar atas kolaborasi yang dilakukan pemerintah,  akademisi, dan kelompok Tani (Poktan) dan berharap kolaborasi dapat terus berlanjut untuk menciptakan UMKM potensial dan meningkatkan kompetensi masyarakat lokal,” kata Rindoni  disela sela pelatihan barista di Desa Prangat Baru belum lama ini.

Lebil lanjut Rindoni menilai bahwa pelatihan barista ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Desa Prangat Baru.

Dengan adanya pelatihan ini, Rindoni yakin bahwa masyarakat Desa Prangat Baru dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat untuk mengembangkan usaha kopi luwak mereka. Hal ini tentunya akan berdampak positif pada perekonomian masyarakat setempat.

Rindoni juga berharap bahwa pelatihan ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara akademisi, poktan, dan pemerintah. Dengan kerja sama yang solid, Rindoni yakin bahwa Desa Prangat Baru dapat menjadi destinasi wisata kopi yang populer dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.

Selain itu, Rindoni juga berharap bahwa pelatihan ini dapat diikuti oleh masyarakat luas, sehingga pengetahuan dan keterampilan tentang kopi luwak dapat tersebar luas dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan kopi luwak.

Rindoni juga mengajak semua pihak untuk terus mendukung dan mempromosikan kopi luwak Desa Prangat Baru,  “Kopi luwak Desa Prangat Baru dapat menjadi salah satu produk unggulan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Rindoni juga mengucapkan terima kasih kepada Program Studi D3 Pariwisata Polnes yang telah menyelenggarakan pelatihan barista ini. Rindoni berharap bahwa kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Desa Prangat Baru.

Dengan adanya pelatihan ini, Rindoni yakin bahwa Desa Prangat Baru dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan potensi wisata dan meningkatkan perekonomian masyarakat lokal melalui pengembangan kopi luwak.

Sementara itu Ketua Pengabdian Masyarakat, I Wayan Sudarmayasa, berharap bahwa pelatihan ini dapat memberikan dampak ekonomis bagi masyarakat setempat. Dengan demikian, masyarakat dapat meningkatkan taraf hidup mereka dan mencapai kemandirian ekonomi. Pelatihan ini juga diharapkan dapat mendukung tiga pilar pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara, yaitu ekonomi berkelanjutan, pembangunan manusia, dan kesiapan mendukung Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pelatihan barista yang diselenggarakan di Desa Prangat Baru ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal dengan fokus pada kopi luwak dari biji Liberika. Dengan demikian, masyarakat setempat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat untuk mengembangkan usaha kopi luwak mereka.

“Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik meracik kopi, tetapi juga memberikan pengetahuan tentang proses pengolahan kopi dari hulu ke hilir, sehingga masyarakat dapat memahami secara menyeluruh tentang kopi luwak,” kata I Wayan Sudarmayasa.

Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat setempat lanjut Wayan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal. Hal ini tentunya akan berdampak positif pada perekonomian masyarakat setempat, karena mereka dapat mengembangkan usaha kopi luwak dengan lebih baik dan meningkatkan pendapatan mereka.

Pelatihan barista ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat setempat,  lanjut Wayan, , tetapi juga dapat memberikan kontribusi pada pembangunan daerah, selain itu meningkatnya kualitas sumber daya manusia lokal, diharapkan dapat meningkatkan daya saing daerah dan menarik investasi, sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah.

“Dalam jangka panjang, pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dan mencapai kemakmuran,” jelasnya.

Melalui pelatihan barista ini dapat menjadi contoh bagi program-program lainnya yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal dan mendukung pembangunan daerah.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Arianto mengatakan bahwa pemerintah desa harus mampu memanfaatkan potensi yang dimilikinya untukkesejahteraan masyarakat sekitar.

“Pemdes harus segera menyusun rencana pembangunan yang berpihak pada potensi lokal dan kebutuhan masyarakat, termasuk potensi kopi luwak,” kata Arianto.

Selain itu Arianto berharap agar pengembangan kopi luwak ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan menjadikan daerah tersebut sebagai destinasi agrowisata yang terhubung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). ADV/DPMD Kukar/Fa


Bagikan

Related Posts