Kutai Kartanegara,Solidaritas– Pemerintah Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, berencana menjalankan unit usaha untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat. Unit usaha ini akan dijalankan melalui Koperasi Merah Putih atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kepala Desa Sepakat, Jamli, mengatakan bahwa desa ini memiliki potensi perikanan yang besar, dengan sebagian besar warga berprofesi sebagai pembudidaya ikan sungai. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Unit usaha yang akan dijalankan adalah pengadaan pakan ternak yang lebih murah dan memenuhi kebutuhan para kelompok perikanan. Hal ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas perikanan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Pemerintah Desa Sepakat berkomitmen untuk terus mendukung sektor perikanan dan meningkatkan perekonomian masyarakat, hal ini dilakukan dengan kerja sama dan koordinasi yang baik, diharapkan dapat mencapai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Jamli kepala desa Sepakat di kantornya. rabu (29/10/2025).
lebih lanjut Jamli mengatakan bahwa Pemerintah Desa Sepakat telah berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar untuk mendukung sektor perikanan hasilnya kelompok perikanan di desa ini telah dibantu dengan bibit, pakan, keramba, dan lainnya.
Melalui unit usaha baru ini, diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan desa. Selain itu, juga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Jamli mengatakan bahwa Desa Sepakat hadir di tahun 2011 lalu , saat itu terjadi pemekeran dilakukan Pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara. Induknya adalah Desa Loa Kulu Kota, yang dirasakan terlalu luas kawasannya dan mengakibatkan sulitnya pelayanan pemerintahan terhadap masyarakat.
Tahun 2011 silam, pemekaran akhirnya dilakukan. Secara keseluruhan Desa Sepakat mendapat luasan daerah sekitar 162 hektar.
“Kalau dibanding luasan desa-desa lain se kecamatan loa kulu, desa sepakat ini tergolong terkecil,” kata Jamli.
Saat ini, menurut catatan kependudukan Desa Sepakat, ada 2.466 ribu jiwa penduduk desa itu. Mereka menempati wilayah administrasi 6 RT (Rukun Tetangga).
Karena termasuk daerah yang umumnya rawa, tidak heran pencarian warganya di sana adalah tambak. Bahkan tidak ada yang tani sawah.
“Dulu ada survei mata pencarian warga. Ternyata memang tidak ada sawah di desa kami,” jelasnya.
Dari tambak, faktanya, warga di sana bisa melakukan perdagangan hasil produksi perikanan ke daerah-daerah sekitar. Selain, tentu saja untuk konsumsi warga daerah sendiri. ADV/DPMD Kukar/IL










