Kutai Kartanegara, Solidaritas- Program Koperasi Merah Putih akan tetap berlanjut meskipun sempat ada kekhawatiran dari pengurus koperasi. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memastikan bahwa program ini merupakan prioritas dan akan terus berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Program Koperasi Merah Putih merupakan implementasi dari Asta Cita kedua dan keenam, yaitu pemerataan pembangunan dari desa dan kontribusi terhadap Indonesia Emas 2045. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat desa dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Sunggono, Sekretaris Kabupaten Kutai Kartanegara saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Ketahanan Pangan Desa dan Pembentukan Koperasi Merah Putih di Hotel Grand Elty Singgasana, Jumat (24/10) mengatakan bahwa Saat ini, Pemkab Kukar diminta untuk menginventarisir dan mengidentifikasi semua rencana kegiatan program, terutama berkenaan dengan apa yang akan dilaksanakan sebagai core bisnis, atau bisnis utama dari koperasi merah putih itu sendiri.
Dari itu lanjut Sunggono, program Koperasi Merah Putih akan tetap berlanjut meskipun sempat ada kekhawatiran dari pengurus koperasi. Program ini merupakan implementasi dari Asta Cita kedua dan keenam, yaitu pemerataan pembangunan dari desa dan kontribusi terhadap Indonesia Emas 2045. Saat ini, pemerintah daerah fokus pada persiapan dan penguatan SDM sebelum program pembiayaan baru dimulai pada 2026.
Sunggono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan mendukung pembentukan koperasi, termasuk kepala desa, masyarakat desa, dan lembaga desa. Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Bimtek Ketahanan Pangan dan pembentukan koperasi merupakan bagian dari respons pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapan desa.
“Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepala desa dan pengurus koperasi terkait ketahanan pangan, yang akan menjadi salah satu core bisnis dalam pengembangan Koperasi Merah Putih.” kata Sunggono.
Kegiatan ini digelar tiga angkatan dengan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri dan kementerian lainnya untuk memastikan pemahaman yang merata tentang peran koperasi dan pengembangan usaha sesuai kondisi desa masing-masing.
Saat ini, Pemkab Kukar fokus pada persiapan dan penguatan SDM sebelum program pembiayaan baru dimulai pada 2026. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa semua persiapan telah dilakukan dengan baik sehingga program dapat berjalan lancar dan efektif.
Pemerintah daerah juga ingin memastikan bahwa koperasi Merah Putih benar-benar menjadi wadah ekonomi yang hidup dan berdaya. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus melakukan upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan pengurus koperasi.
Dengan adanya program Koperasi Merah Putih, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mengurangi kesenjangan ekonomi. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan program ini.
Pemerintah daerah berharap bahwa program Koperasi Merah Putih dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan ekonomi desa. Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat desa dan meningkatkan kesejahteraan mereka.










