DPMD Kabupaten Kutai Kartanegara

Dari Pertanian ke Pariwisata: Desa Sumber Sari Mengembangkan Sektor Unggulan Baru

Bagikan

Kutai Kartanegara, Solidaritas-Pertanian masih menjadi tulang punggung sebagian besar desa di Kutai Kartanegara. Sektor ini bukan hanya sumber pangan, tapi juga penopang utama ekonomi masyarakat. Hal itu juga dirasakan oleh Desa Sumber Sari di Kecamatan Loa Kulu, yang memiliki potensi pertanian dan hortikultura cukup besar. Namun siapa sangka desa Sumber Sari juga memiliki potensi wisata yang tidak kalah besar dari sektor pertanian.

Dari itu untuk memanfaatkan potensi itu Pemerintah Desa Sumber Sari menjali kerjasama dengan Politeknik Negeri Samarinda jurusan Pariwisata untuk mengembangkan sektor wisata sebagai sebagai sektor unggulan di desa Sumber Sari. Kerjasama kali ini, fokus dalam pendampingan pada perencanaan dan pengelolaan event.

Dedi, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sumber Sari, mengatakan bahwa Desa Sumber Sari memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan desa melalui sektor wisata.

Kehadiran Politeknik Negeri kedesa ini merupakan satu kebahagiaan, apalagi para dosen yang hadir merupakan orang orang yang ahli dalam bidangnya dari itu kami akan memanfaatkan peluang ini untuk menyerap ilmu yang diberikan para instruktur. Kegiatan ini merupakan bagian dari perwujudan visi misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Kami berencana menyelenggarakan event tahunan yang akan digelar pada penutup tahun ini. Pendampingan dari Polnes sangat tepat waktu karena kami mendapat bimbingan teknis menyusun proposal, merancang konsep event, hingga strategi publikasi,” kata Dedy.

Dengan pendampingan ini, Desa Wisata Sumber Sari diharapkan dapat mengembangkan event-event unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga melestarikan kearifan lokal. Hal ini akan membantu meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya dan tradisi lokal. Selain itu, event-event yang diselenggarakan juga dapat menjadi sarana untuk mempromosikan potensi wisata desa kepada khalayak luas.

Kemampuan menyusun proposal yang baik akan memudahkan desa dalam mengajukan kerja sama dengan sponsor maupun pihak-pihak terkait. Dengan demikian, desa dapat memperoleh dukungan dana dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan event-event yang berkualitas. Hal ini juga akan membantu meningkatkan kredibilitas desa di mata investor dan stakeholders.

Dedy mengatakan bahwa Desa Wisata Sumber Sari memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata yang populer dan berkembang. jika dikelola dengan baik maka akan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat lokal dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

“Pendampingan ini juga diharapkan dapat membantu Desa Wisata Sumber Sari meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata, dan bagian penting dalam proses pengembangan desa wisata dan dapat menikmati manfaat ekonomi yang dihasilkan,” jelas Dedy.

Selain itu, pendampingan ini juga dapat membantu Desa Wisata Sumber Sari meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas wisata yang disediakan. Dengan demikian, wisatawan dapat menikmati pengalaman wisata yang lebih baik dan puas dengan layanan yang diberikan.

Dengan kemampuan menyusun proposal yang baik, Desa Wisata Sumber Sari dapat meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan pendanaan dan dukungan dari pemerintah maupun pihak swasta. Hal ini akan membantu desa dalam mengembangkan infrastruktur dan fasilitas wisata yang memadai.

Dalam jangka panjang, pendampingan ini diharapkan dapat membantu mengembangkan Desa Wisata Sumber Sari menjadi destinasi wisata yang unggul dan berkelanjutan. Hal ini akan membawa manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal dan meningkatkan citra desa sebagai destinasi wisata yang berkualitas.

Arianto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara mengatakan bahwa para pendamping merupakan kunci keberhasilan desa untuk mengoptimalkan potensi lokal dan mempercepat pembangunan yang berpusat pada pemberdayaan masyarakat. 
Arianto meyakini DPMD Kukar terus berkomitmen meningkatkan efektivitas program pendampingan desa untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Para pendamping khususnya pendamping desa memiliki peran krusial dalam melayani masyarakat dan memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran, dengan penempatan di wilayah prioritas, selain itu DPMD mendorong desa untuk menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk perusahaan melalui dana CSR, untuk mengembangkan potensi unggulan desa dengan fasilitasi dari DPMD untuk tata kelola yang transparan dan terdokumentasi,” ungkapnya 

Dengan demikian, pendampingan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi Desa Wisata Sumber Sari dan meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan masyarakat lokal. Yang utama adalah fokus pada strategi pemberdayaan yang melibatkan pendampingan intensif, optimalisasi sumber daya lokal, dan kolaborasi multipihak untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan desa.

Bagikan

Related Posts