News

Pemprov Kaltim siap luncurkan aplikasi layanan publik “Sakti Gemas”

Bagikan

Samarinda,Solidaritas- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur siap meluncurkan aplikasi pelayanan publik “Sakti Gemas”, yakni suatu aplikasi yang menyatukan berbagai akses pelayanan dalam satu platform digital.

Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal di Samarinda, Jumat, menjelaskan Sakti Gemas merupakan akronim dari Satu Akses Kalimantan Timur Menuju Generasi Emas.

Aplikasi tersebut akan diluncurkan pada 17 Agustus 2025, sebagai simbol komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi digital dan memutus rantai birokrasi berbelit yang selama ini membebani masyarakat.

“Aplikasi ini merupakan bentuk nyata dari kemerdekaan digital, karena semua urusan, dari pendidikan hingga transportasi, bisa diakses cukup lewat satu aplikasi,” ujarnya.

Faisal menjelaskan aplikasi ini dengan kapasitas yang tidak berat, yakni dengan ukuran hanya 27,14 MB. Aplikasi ini sudah dapat diunduh secara gratis di Play Store dan App Store.

Sakti Gemas memuat puluhan fitur utama mulai dari GratisPol Pendidikan dan Kesehatan, info lowongan kerja, jadwal transportasi umum, peringatan dini bencana, layanan pajak dan retribusi, harga pasar, akses CCTV lalu lintas, serta kanal pengaduan publik (Lapor Wal) yang langsung terhubung ke SP4N-LAPOR dan WhatsApp Diskominfo.

Lima menu navigasi utama di bagian bawah layar Beranda, Pembaruan, Lapor Wal, Jelajah, dan Profil memudahkan pengguna menjelajahi berbagai layanan hanya dengan sentuhan jari.

“Misalnya ada jalan rusak, tinggal lapor lewat aplikasi, nanti diteruskan langsung ke instansi yang bertanggung jawab,” jelas Faisal.

Sejauh ini, menurut dia, sudah ada 15 organisasi perangkat daerah (OPD) yang bergabung dalam platform Sakti Gemas, termasuk Bapenda, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BMKG, hingga Dinas Tenaga Kerja.

Data yang ditampilkan juga terhubung dengan sumber resmi seperti prakiraan cuaca dari BMKG hingga info pajak kendaraan bermotor.

Aplikasi ini juga mulai mengintegrasikan jadwal transportasi darat, laut, dan udara antarkabupaten lengkap dengan estimasi harga tiket dan rute melalui Google Maps.

Beberapa fitur, seperti akses CCTV dan pengaduan, memerlukan verifikasi via WhatsApp atau akun Google untuk keamanan dan validasi pengguna.

Meskipun sudah dapat digunakan oleh publik, Faisal menyebut aplikasi ini masih dalam tahap uji coba terbuka.

“Kami masih cek kekuatannya saat digunakan banyak orang. Kalau stabil, 17 Agustus nanti kita launching secara resmi,” ucapnya.Red


Bagikan

Related Posts