Samarinda, Solidaritas – Operasi Patuh Mahakam 2025 telah dimulai di Samarinda Kalimantan Timur, operasi ini dilaksanakan serentak di seluruh indonesia, termasuk di wilayah Kalimantan Timur.
Operasi ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan lalu lintas, hari kedua pelaksanaan operasi patuh, satuan lalulintas Polresta Samarinda masih menemukan puluhan pengendara roda dua yang melanggar.
Operasi Patuh Mahakam di Samarinda pada hari kedua masih menemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan para pengendara kendaraan roda dua, salah satunya adalah pelanggaran yang dilakukan dua anak anak berusia 10 tahun yang kedapatan melanggar peraturan lalulintas yakni melawan arah kemudian membawa kendaraan roda dua tanpa menggunakan helm, dan tidak dilengkapi surat surat kendaraan.
Kepada petugas kedua anak ini mengaku hanya jalan dekat saja karena mau beli layangan, namun karena aktifitas berkendara yang membahayakan kedua bocah, keduanya diminta pulang kerumah dengan jalan kaki, kemudian memanggil orang tua mereka untuk mengambil motor yang dititipkan ke petugas.
Selain itu kedua anak petugas juga mengamankan puluhan pengendara yang melawan arus dan tidak menggunakan helm saat berkendara di jalan Suriansyah, selasa (15/07/2025).
Sejumlah pengendara mengaku tidak mengetahui adanya rambu lalulintas satu arah yang diberlakukan di jalan Suriansyah, mereka mengatakan memilih jalan itu karena lebih dekat menuju ke rumah mereka.
“Biasa lewat sini tidak tahu kalau ada rambunya, mungkin memang ada rambunya, namun sudah biasa lewat sini jadi masuk aja,” katanya
Sementara itu Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol La Ode Prasetyo yang didampingi Kanit Turjawali Iptu Ismail mengatakan bahwa Operasi Patuh Mahakan 2025 mengambil target pelanggar rambu lalu lintas, termasuk pengemudi yang tidak mematuhi rambu lalu lintas, pengemudi yang melebihi batas kecepatan maksimum, pengemudi yang tidak menggunakan sabuk pengaman, pengemudi yang menggunakan ponsel saat berkendara, dan pengemudi yang melawan arus lalu lintas.
Operasi patuh mahakam 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai dari 14 juli hingga 27 juli 2025.
“Dijalan ini sering terjadi kecelakaan, terutama yang arah melawan arus, khususnya di jam jam padat sore hari, kalau rambu sudah jelas, mungkin pemahaman dari warganya yang kurang sadar,” tegas Ismail.
Sementara itu dari operasi yang dilaksanakan selama 1 jam petugas kepolisian unit lalulintas polresta samarinda langsung memberikan tindakan tilang kepada para pelanggar lalulintas. Red