Kutai Kartanegara, Solidaritas– Pemerintah Kutai Kartanegara terus membangun infrastruktur untuk meningkatkan aksesibilitas petani dalam mengangkut hasil panen dan mendukung pengembangan kawasan pertanian terpadu. Sehingga dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian, meningkatkan pendapatan petani, mengembangkan kawasan pertanian terpadu.
Kepala Desa Jonggon Jaya, Muhammad Kholil, mengungkapkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dasar, tetapi juga peningkatan produktivitas masyarakat.
“Arah pembangunan desa Jonggon Jaya adalah fokus pada penguatan sektor pertanian, infrastruktur, dan pengembangan industri berbasis hasil bumi,” kata Kholil.
Aksesibilitas petani dalam mengangkut hasil panen lanjut Kholil, sangat penting apalagi untuk mendukung pengembangan kawasan pertanian terpadu karena jalan usaha tani (JUT) yang baik memungkinkan petani untuk mengurangi biaya transportasi, menjaga kualitas hasil panen, dan memperluas akses pasar, sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kholil juga mengatakan Selain aksesibilitas para petani, penting juga infrastruktur lain seperti akses air bersih dan fasilitas pemasaran seperti kios pertanian juga berperan penting dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sistem pertanian.
“Sekarang sawah-sawah warga lebih mudah dijangkau. Desa juga tengah mengembangkan pabrik kopi dan budidaya buah,” kata Kholil belum lama ini.
Kholil juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang berupaya untuk meminta kepada pemerintah agar bisa membantu penyediaan bibit buah. Hal ini dinilai selain memberi nilai ekonomi, penghijauan berbasis produksi juga menciptakan ekologi desa yang kondusif.
“Tanaman prioritas yang dikembangkan desa meliputi durian dan keranggang. Sementara dari sisi infrastruktur, masih ada sekitar 150 meter jalan kabupaten dan 300 meter jalan poros yang belum rampung,” jelasnya.
Meski demikian diakuinya sejumlah ruas juga mengalami kerusakan akibat longsor karena kondisi tanah yang labil. Pada 2024 lalu, longsor sempat merusak beberapa titik jalan. Meski sebagian konstruksi tetap bertahan, titik rawan seperti di Margahayu dan Jonggon masih menjadi perhatian.
“Secara umum, hampir seluruh jalan lingkungan di tiap RT sudah dicor. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan,” tambahnya.
Saat ini Desa Jonggon Jaya memiliki sumber daya pertanian yakni 50 hektare sawah yang belum tergarap dari total 500 hektare. Dari itu Pemerintah desa mendorong agar warga menanam komoditas unggulan seperti jahe, kopi, dan buah-buahan.
Dukungan pemerintah daerah melalui penyediaan pabrik pengolahan dan peralatan modern diharapkan bisa meningkatkan produksi sekaligus membuka peluang industri baru.
“Langkah ini strategis untuk meningkatkan kesejahteraan warga serta menjadikan desa lebih mandiri dan berdaya saing,” tegasnya.
Dengan upaya bersama, Desa Jonggon Jaya berharap dapat meningkatkan kesejahteraan warga dan menjadi desa yang mandiri dan berdaya saing. ADV/DPMDKukar/Sup










