Kutai Kartanegara, Solidaritas – Harapan masyarakat Muara Badak agar putra-putri daerah dapat diutamakan dalam perekrutan tenaga kesehatan di RS Muara Badak tampaknya akan menjadi kenyataan. Berdasarkan informasi yang ada, rencana perekrutan tenaga kesehatan di RS Muara Badak akan diisi oleh tenaga medis asal daerah setempat.
Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan pelayanan kesehatan di RS Muara Badak dapat meningkat dan masyarakat dapat merasa lebih nyaman dengan adanya tenaga medis yang berasal dari daerah setempat.
Masyarakat Muara Badak tentunya sangat berharap bahwa kebijakan ini dapat diimplementasikan dengan baik sehingga mereka dapat terlayani dengan lebih baik oleh tenaga medis yang memahami kebutuhan dan kondisi daerah setempat.
Namun demikian proses rekrutmen tenaga kesehatan untuk penugasan di RS Muara Badak belum dilakukan karena masih menunggu terbitnya Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) yang hingga kini belum terbit.
Hal ini diungkapkan Pj Kepala Dinas Keehatan Kusnandar saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diinisiasi oleh Komisi IV DPRD Kukar di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kukar, Tenggarong, pada Selasa (6/5/2025)
RDP ini menghadirkan Dinas Kesehatan, seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) tingkat kecamatan, serta para kepala Puskesmas se-Kukar. Forum ini menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi, masukan, dan saran dari berbagai pihak, khususnya terkait kendala dan isu dalam penyelenggaraan pembangunan di bidang kesehatan.
Pada kesempatan itu Kusnandar mengatakan bahwa rekrutmen tenaga kesehatan belum dapat dilakukan karena masih menunggu SOTK.
Ia berharap bahwa SOTK akan segera terbit sehingga proses rekrutmen dapat dilakukan.
Kusnandar mengatakan bahwa SOTK sangat penting di rumah sakit karena berperan dalam mengatur hubungan antar unit kerja, mendistribusikan dan mengkoordinasi tugas dan wewenang secara lebih efektif. Tujuan dari SOTK adalah agar setiap orang memiliki tanggung jawab lebih atas tugas yang mereka lakukan.
SOTK juga bermanfaat untuk menjelaskan alur kerja dan koordinasi di rumah sakit, sehingga setiap orang dapat bekerja dengan lebih efektif dan efisien. Dengan adanya SOTK, rumah sakit dapat berjalan dengan lebih baik dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pasien.
“Dengan demikian, proses rekrutmen tenaga kesehatan di RS Muara Badak akan dilakukan setelah SOTK terbit, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit,” tegas Kusnandar.
Disinggung mengenai tenaha kesehatan asal Muara Badak , Kusnandar mengaku mendukung penuh tenaga kesehatan asal Muara Badak untuk bekerja di Rumah Sakit Muara Badak. Hal ini sejalan dengan harapan masyarakat Muara Badak yang ingin putra-putri daerah dapat diutamakan dalam perekrutan tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut.
Dengan dukungan ini diharapkan bahwa putra-putri daerah Muara Badak dapat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bekerja di Rumah Sakit Muara Badak. Sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Kepala Puskesmas Desa Muara Badak Ulu, Ambo Alwi, berharap bahwa tenaga kesehatan yang akan bekerja di Rumah Sakit Muara Badak berasal dari daerah setempat. Ambo Alwi berharap putra-putri daerah Muara Badak dapat diutamakan dalam perekrutan tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut.
Dengan adanya tenaga kesehatan asal daerah, Ambo Alwi berharap bahwa pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Muara Badak dapat meningkat dan masyarakat dapat merasa lebih nyaman dengan adanya tenaga medis yang memahami kebutuhan dan kondisi daerah setempat.
Ambo Alwi juga berharap bahwa masyarakat Muara Badak dapat terlayani dengan baik oleh tenaga kesehatan yang berasal dari daerah setempat. Hal ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memberikan manfaat bagi daerah tersebut. ADV/Diskominfo Kukar/Sup









