Bisnis

Pertamina Klarifikasi Hasil Lab Politeknik Negeri Samarinda

Bagikan

Balikpapan,Solidaritas– PT Pertamina Patra Niaga mengapresiasi hasil kajian yang dilakukan oleh Laboratorium Politeknik Negeri Samarinda terkait kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Samarinda. Sebagai badan usaha yang bertanggung jawab dalam penyediaan dan pendistribusian BBM resmi, kami ingin menyampaikan klarifikasi dan informasi berikut kepada masyarakat.

Hal ini diungkapkan Edi Mangun  Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan kepada media selasa (7/5/2025)

Hasil Uji BBM Tim Independen Akademisi dari Politeknik Samarinda yang melakukan pengujian di  Terminal BBM Pertamina, SPBU Sriadai dan SPBU Pranoto menyatakan bahwa Produk BBM dalam kondisi baik secara kualitas.

“Pertamina secara rutin dan komsisten telah melakukan pengujian kualitas BBM menggunakan metode yang sesuai dengan standar di LEMIGAS (Lembaga Minyak dan Gas Bumi),” keta Edi Mangun .

Terkait temuan lainnya Edi menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas BBM di beberapa mesin kendaraan, Pertamina secara terbuka berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Samarinda, Politeknik Negeri Samarinda, dan instansi terkait dalam rangka memastikan kejelasan informasi kepada masyarakat.

Demi mendukung kebutuhan energi masyarakat Indonesia Pertamina senantiasa berupaya untuk menyediakan BBM yang aman, berkualitas, dan sesuai standar. Dalam menjalankan tugas ini, kami berkomitmen untuk terus mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta perlindungan konsumen dalam setiap proses pengawasan mutu produk kami.

Sebelumnya Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan hasil uji laboratorium independen yang menunjukkan bahwa sampel BBM jenis Pertamax memiliki nilai RON di bawah standar, yaitu , Sampel 1: RON 86,7,  Sampel 2: RON 89,6, Sampel 3: RON 91,6.

“Standar minimal RON untuk Pertamax adalah 92. Selain itu, ditemukan juga kandungan timbal sebesar 66 ppm dan kandungan air sebesar 742 ppm pada sampel dengan RON 91,6,” kata Andi Harun kepada wartawan di ruang kerjanya.

Penelitian ini dilakukan oleh tim akademik independen yang dikerahkan oleh Pemerintah Kota Samarinda untuk mengkaji dugaan kasus bahan bakar yang tidak memenuhi standar kualitas. Sampel diambil dari tangki Patraniaga dan dua SPBU lainnya, serta dari tiga kendaraan yang mengalami kerusakan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas BBM yang tidak memenuhi standar dapat menyebabkan kerusakan pada kendaraan bermotor. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Samarinda akan terus mengawal kasus ini dan memastikan bahwa masyarakat mendapatkan bahan bakar yang berkualitas. Red


Bagikan

Related Posts