Samarinda, Solidaritas – Dalam upaya menekan angka stunting di Indonesia, Anggota Komisi IX DPR RI Alifudin menegaskan pentingnya perencanaan kesehatan sejak sebelum pernikahan.
Hal ini disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi Program Bangga Kencana bersama BKKBN di Samarinda,Sabtu (3/5/2025) yang juga dihadiri Kaper BKKBN Kaltim Nurizky Permanajati dan Kepala Dinas PPKB Kota Samarinda, Isfihani.
“Sesuai amanat Perpres 72 Tahun 2021, BKKBN ditunjuk Presiden sebagai koordinator utama percepatan penurunan stunting maka cegah stunting itu harus dimulai dari hulunya dari calon pengantin periksa dulu kondisi tubuhnya jangan asal menikah,” ujar Alifudin.
Menurutnya, calon ibu yang sehat secara fisik dan gizi akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin bila ibu kekurangan gizi maka besar kemungkinan bayi lahir dalam kondisi stunting.
Tak hanya ibu, ia juga menekankan pentingnya keterlibatan ayah dan keluarga dalam masa 1000 Hari Pertama Kehidupan anak.
“Peran ayah itu bukan hanya cari nafkah. Mendampingi istri saat hamil memantau tumbuh kembang anak hingga memastikan ASI eksklusif itu bagian dari upaya mencegah stunting,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara BKKBN dan DPR RI sangat krusial.
- “Kami di Komisi IX berkomitmen mendukung penuh program sosialisasi ini kalau ingin anak-anak kita tumbuh cerdas dan sehat maka menikahlah dengan perencanaan,” pungkasnya. (Liya)








