Kab. Kutai Kartanegara

Bupati Kukar Perkuat SDM Lokal untuk Penuhi Kebutuhan Bidan dan Perawat Untuk pelayanan Kesehatan di Daerah

Bagikan

Kutai Kartanegara, Solidaritas – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus memperkuat pemenuhan kebutuhan tenaga medis dari sumber daya lokal khususnya untuk kebutuhan bidan dan perawat yang ditempatkan di pusat pelayanan kesehatan yang ada di kampung mereka atau Puskesmas Pembantu.

Pemerintah daerah juga terus berupaya memenuhi sarana dan prasarana Puskesmas Pembantu, termasuk memperkuat sumber daya manusianya. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah kebijakan pemanfaatan Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) di bidang kesehatan.

“Saya ambil langkah itu, ada saya berikan kebijakan BKKD di bidang kesehatan. Jadi kenapa? Supaya nanti merekrut bidan langsung di tingkat desa bersama dengan Dinas Kesehatan,” Kata Edi Damansyah Bupati Kutai Kartanegara saat meresmikan Puskesmas Pembantu di Kembang Janggut belum lama ini.

Lebih lanjut Edi Damansyah mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 telah menetapkan program strategis pembangunan daerah yang terdiri dari 23 Program Dedikasi Kukar Idaman (Kutai Kartanegara Inovatif, Berdaya Saing dan Mandiri).

Program itu adalah Program Keluarga Peduli Kesehatan yang tujuanya adalah meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat berbasis indeks keluarga sehat dan pola hidup bersih dan sehat pada desa dan kelurahan,yang dilaksanakan secara sinergi mulai dari pemerintah desa,pemerintah kabupaten, dunia usaha dan perguruan tinggi, dengan melakukan serangkaian kegiatan membangun, merevitalisasi dan mengaktifkan Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Posyandu di setiap desa/kelurahanserta Peningkatan Jangkauan dan Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah.

Sehingga Pemenuhan tenaga medis di daerah akan dilakukan melalui berbagai program dan kebijakan, seperti pendirian rumah sakit pendidikan, program Nusantara Sehat, dan kebijakan redistribusi tenaga kesehatan

Dari itu Pemerintah Kukar mengisyaratkan bahwa tenaga kesehatan di Pustu khususnya bidan yang direkrut, harus berasal dari desa setempat.

Tujuannya jelas, mencegah tingginya angka perpindahan karena alasan pribadi, serta menciptakan ikatan emosional yang kuat antara tenaga medis dan masyarakat yang dilayaninya.

“Supaya fokus membantu pelayanan. Kalau dari luar kan pikirannya pulang, saya inginnya benar-benar bekerja untuk melayani masyarakat agar optimal,” ucapnya.

Langkah Pemkab Kukar memperkuat Puskesmas Pembantu  melalui pendekatan lokal bukan hanya soal efektivitas pelayanan, tetapi juga strategi jangka panjang untuk membangun sistem kesehatan yang berkelanjutan. Dengan merekrut putra-putri daerah, pemerintah berharap dapat menciptakan tenaga medis yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dengan masyarakatnya.

Ini adalah wujud nyata dari komitmen membangun dari pinggiran—bahwa setiap warga, di manapun mereka tinggal, berhak mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan setara. “Persayaratan untuk pengembangan SDM secara matang kami rencanakan harus putra-putri desa setempat, begitu juga dengan pelayanan agar memudahkan masyarakat berobat,” Jelas Edi Damansyah.

Komitmen ini harus mendapat dukungan dari masyarakat agar program pemerintah pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa melalui penguatan peran Puskesmas Pembantu bisa terlaksana.

Khususnya tiga pustu di Kecamatan Kembang Janggut, yakni Pustu Desa Bukit Layang, Pustu Desa Kelekat, dan Pustu Desa Genting Tanah yang baru saja diresmikan.

Edi Damansyah mengatakan bahwa keberadaan Puskesmas Pembantu berperan penting dalam mendukung berbagai layanan seperti kegiatan posyandu, imunisasi, pelayanan kesehatan ibu dan anak, penyuluhan kesehatan, pemantauan penyakit (surveilans), pemberdayaan masyarakat, serta memperkuat layanan rujukan dan upaya promotif-preventif dalam kesehatan masyarakat.

“Puskesmas Pembantu itu kan struktur dari induknya Puskesmas. Jadi yang pertama yang selalu saya arahkan, pimpinan Puskesmas induknya harus ingat kepada pembantunya ini,” tegasnya.

Keberadaan Tenaga Medis Lokal di Puskesmas Pembantu diharapkan bisa melakukan pelayanan mendasar seperti supervisi rutin dan kelengkapan obat-obatan. Ia mengatakan kinerja sebuah Puskesmas induk juga ditentukan oleh seberapa optimal Pustu-nya dalam melayani masyarakat.

“Apalagi itu memang pusat pelayanan di tengah-tengah masyarakat, Jangan sampai ada Puskesmas Pembantu namun petugas medisnya tidak stanby atau tidak mau tinggal tanpa alasan yang jelas didesa tersebut,” tegas Edi. ADV / Diskominfo Kukar/ Pri


Bagikan

Related Posts