Samarinda, Solidaritas– Para santri dan pengajar pesantrean Nabil Husein panik api tiba tiba membesar dari lantai dua dan lantai tiga bangunan yang dijadikan kantor dan laboratorium pesantren yang terletak di Jalan Rapak Indah, Sungai Kunjang, Samarinda, Rabu (12/3) malam.
Api tiba tiba muncul sesaat setelah para siswa dan pengajar selesai melakukan buka puasa dan sholat magrib berjamaah di masjid, Api dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan, termasuk berbagai berkas penting yang tersimpan di dalam ruangan itu.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, Hendra AH menerangkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 19.00 Wita, atau sekitar 30 menit usai waktu berbuka puasa.
“Gedung berlantai tiga itu dalam keadaan kosong, meski demikian kita belum bisa memastikan api berasal dari lantai dua atau lantai 3 karena ada keterangan yang berbeda,” kata Hendra.
Proses pemadaman berlangsung alot, minimnya sumber air membuat perlu waktu 1.5 jam bagi petugas pemadam kebakaran untuk memastikan api benar benar padam.
“Gedung ini tiga lantai, sehingga membuat pemadaman sedikit mengalami kesulitan, dan alhamdulillah api akhirnya bisa dipadamkan ,” kata Hendra.
Disinggung penyebab munculnya api Hendra mengatakan bahwa dugaan sementara adalah konsleting listrik, meski demikian Disdamkar masih menunggu penyelidikan yang dilakukan kepolisian, untuk memastikan penyebab pasti peristiwa itu.
Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini , namun akibat kejadian ini seluruh lantai bangunan tiga lantai ini mengalami rusak total. Pihak pesantren dan otoritas terkait kini tengah melakukan pendataan terhadap kerugian materi pascakejadian.
Kejadian ini merupakan kejadian ke tiga di bulan suci Ramadhan dan menimbulkan satu korban jiwa akibat kebakaran sepekan terakhir, Hendra kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya listrik di lingkungan tinggal masing-masing, terutama berkaitan gedung tinggi. Masyarakat mesti terus waspada potensi kebakaran selama Ramadan. Red









