Samarinda,Solidaritas- Upaya pemerintah kota Samarinda terus berbenah, tidak hanya dibidang infrastruktur, penanganan banjir, masalah perparkiran, bahkan kini Pemkot Samarinda berupaya membenahi pelayanan kesehatan bagi warga kota Samarinda dengan melakukan Transformasi RSUD IA Moeis menjadi Rumah Sakit Internasional.
Dalam upaya perubahan Rumah Sakit milik Pemkot Samarinda itu Walikota samarinda Andi Harun mengatakan bahwa Pemkot telah menyiapkan anggaran sebesar Rp700 Miliar.
Hal ini disampaikan Andi Harun Walikota Samarinda dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda Masa Persidangan 1 Tahun 2025, Rabu (22/1/2025) tentang perayaan Hari Jadi Kota Samarinda yang ke-367 dan Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Samarinda yang ke-67.
“Impian Samarinda untuk memiliki rumah sakit berkelas dunia kini semakin dekat menjadi kenyataan, peningkatan RS IA Moeis dibiayai melalui proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), bukan APBD,” kata Andi Harun
“Ini adalah kado yang luar biasa bagi masyarakat Samarinda, khususnya bagi masyarakat Kalimantan Timur. Kami ingin agar kota ini tidak hanya dikenal dengan kekayaan alamnya, tetapi juga dengan kemajuan di sektor pelayanan kesehatan yang setara dengan standar dunia,” jelas Wali Kota Samarinda.
Proyek rumah sakit ini, lanjut Andi Harun, akan didanai melalui skema KPBU dan melibatkan investor asing. Berdasarkan informasi yang diterima, investor yang terlibat dalam proyek ini berasal dari Aspen Medical Group, sebuah perusahaan yang berbasis di Australia. Maket rencana peningkatan RSUD IA Moeis dengan anggaran Rp700 miliar.
Meskipun demikian, Andi Harun menegaskan bahwa persiapan dan pelaksanaan proyek ini sepenuhnya dilakukan oleh tim KPBU yang telah bekerja keras untuk memastikan segala sesuatunya berjalan lancar.
Bukan hanya bangunan fisik yang akan dibangun dengan fasilitas medis yang lengkap, tetapi yang lebih penting adalah kualitas manajemen rumah sakit tersebut.
“Manajemen rumah sakit ini akan berkelas dunia, sesuai dengan standar internasional. Kami ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan di rumah sakit ini tidak hanya mengandalkan sarana dan prasarana yang canggih, tetapi juga dikelola dengan sistem yang terbaik,” tambah Andi Harun.
Kehadiran rumah sakit dengan standar internasional ini diprediksi akan membawa dampak positif yang besar bagi masyarakat Samarinda dan Kalimantan Timur pada umumnya.
Tidak hanya akan memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan, serta meningkatkan perekonomian lokal dengan adanya investasi besar dalam sektor kesehatan.
“Alhamdulillah, kita bisa mengumumkan bahwa proyek besar ini telah disetujui pemerintah dan pada 20 Januari 2025, tahap lelang sudah dimulai. Ini adalah langkah konkret menuju impian kita untuk memiliki rumah sakit yang berkelas dunia, yang dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Samarinda dan sekitarnya,” tegasnya.
Andi Harun mengajak seluruh masyarakat Samarinda untuk mendukung dan bersama-sama mewujudkan mimpi besar ini. Sebuah rumah sakit berkelas dunia yang tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Red









