Kutai Kartanegara,Solidaritas – Desa Pela telah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kutai Kartanegara, bahkan Kalimantan Timur. Desa ini pun sudah terkenal di kancah nasional karena menyajikan atraksi alam yang langka. Di desa ini, pengunjung bisa menjumpai Pesut Mahakam. Lumba-lumba air tawar, yang jumlahnya hanya 60an ekor saja, dan hanya bisa ditemukan di perairan dan anak sungai Mahakam.
Kini Untuk kesekian kalinya Desa Pela di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali meraih penghargaan tingkat nasional sebagai Pelopor Desa Wisata Inspiratif dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI.
Penghargaan itu adalah juara 1 Pelopor Desa Wisata Inspiratif pada pelaksanaan Apel Gabungan ASN dan Non ASN Pemkab Kukar
Penyerahan piagam dilakukan secara simbolis oleh Bupati Kukar Edi Damansyah kepada Alimin Ketua Kelompok Sadar Wisata Bekayuh Beumbai Bebudaya (Pokdarwis B3) Desa Pela, Senin (20/1/2025).
Kepada wartawan usai menerima penghargaan Alimin mengatakan merasa bangga atas penghargaan yang diberikan oleh pemerintah karena untuk mendapatkan penghargaan pelopor desa wisata inspiratif ini tidak mudah, pesertanya yang mengikuti kategori ini cukup banyak, ada ratusan bahkan ribuan yakni seluruh desa-desa di Indonesia secara nasional.
Peserta yang mengikuti secara nasional ini diwajibkan mengisi dokumen-dokumen menjawab pertanyaan-pertanyaan serta mengirimkan video terkait profil wisata yang ada di wilayah desa nya masing-masing kepada pihak panitia dalam hal ini melalui Kemendes PDTT.
“Diseleksi dan diakurasi baru dinyatakan masuk ke tiga besar, jadi ini untuk pertama kalinya Kalimantan Timur Kutai Kartanegara dapat juara satu pelopor desa wisata inspiratif, kami juga baru pertama kali ikut,” kata Alimin.
Tahun lalu Desa Pela juga memperoleh penghargaan juara 1 namun untuk kategori tematik lingkungan. Atas raihan prestasi ini, Alimin yang juga Ketua Pokdarwis Desa Pela ini berharap kedepan tetap ada regenarasi yang mampu berbuat terbaik bagi peningkatan sektor wisata dan lingkungan di Desa Pela.
“Khususnya kelompok sadar wisata semoga saja nanti ke depan ada regenerasi untuk melanjutkan kita, kemudian untuk yang di Kukar semoga dengan keberhasilan di 2024 ini banyak yang terinspirasi agar bisa nanti Kutai Kartanegara banyak menerima penghargaan-penghargaan lagi baik itu di bidang wisata, lingkungan maupun di bidang lainnya,” harap Alimin.
Penghargaan ini lanjut Alimin, menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan wisata Desa Pela sekaligus menginspirasi kelompok sadar wisata di seluruh desa yang ada Kabupaten/kota di Kaltim.
“Semoga desa wisata melalui Pokdarwis atau kelompok masyarakat lainnya bisa terus bergerak maju. Jika Desa Pela bisa, tentu desa-desa lain juga pasti bisa,” tegasnya. Red








