News

Tumbuhkan Budaya Bersih, Andi Harun Pantau Teras Samarinda

Bagikan

Andi Harun saat melakukan kunjungan ke Teras Samarinda foto : pia

Samarinda,Solidaritas –  Pemerintah Kota Samarinda terus menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat Samarinda untuk terus menjaga kebersihan di kawasan Teras Samarinda.

Destinasi wisata baru yang ada di Kota Samarinda ini terus mendapat perhatian oleh walikota Samarinda hingga terus melakukan peninjauan secara rutin, upaya tersebut terus dilakukan demi membangun budaya bersih dan perilaku warga menjaga kebersihan di kawasan kota Samarinda.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun dalam kunjunganya ke kawasan Teras Samarinda, Rabu 18 September 2024, menegaskan pentingnya evaluasi perilaku pengunjung, terutama setelah pembukaan kawasan Teras Samarinda.

Wali Kota Andi Harun tak menampik telah terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam soal menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan di kawasan tersebut.

“Sore ini, saya ingin menekankan bahwa kita akan terus memantau perkembangan kebersihan di Teras Samarinda. Sejak dibuka, kami melihat penurunan perilaku membuang sampah sembarangan,” ungkap Wali Kota Andi Harun saat di lokasi.

Meski begitu, Andi Harun masih melihat seara langsung bekas sisa rokok yang dibuang sembarangan di kawasan Teras Samarinda. Pada area publik, Andi Harun menemukan sisa bekas rokok bertebaran.

“Tetapi masih ada yang membuang putung rokok di area publik,” ujarnya.

Padahal, saat ini Pemkot Samarinda telah menentukan tiga lokasi khusus untuk para perokok, yaitu smoking corner.

“Kami telah menandai beberapa area untuk merokok agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung lain. Ini adalah langkah awal untuk memberikan petunjuk yang jelas Marking dan penyediaan asbak akan dilakukan dalam waktu dekat,” jelasnya.

Wali Kota Andi Harun mengingatkan bahwa kesadaran masyarakat sangat penting dalam menjaga kebersihan.

Karenanya, menjadi tantangan bagi Pemkot Samarinda untuk membangun kesadaran kolektif warga kota akan pentingnya menjaga kebersihan di area publik tersebut.

“Tanpa perlu adanya petugas keamanan, kita ingin membangun kesadaran kolektif. Jika kita bisa menerapkan kebiasaan baik di kota lain, mengapa tidak di daerah kita sendiri?,” ungkapnya.

Andi Harun mengatakan terkait dengan pelanggaran aturan, pihaknya belum ada denda yang diterapkan.

“Kita ingin membangun budaya rasa memiliki terhadap kawasan ini terlebih dahulu aturan akan dibuat kemudian setelah masyarakat menunjukkan kesadaran yang lebih tinggi,” pungkasnya. (Pia)


Bagikan

Related Posts