Samarinda,Solidaritas- Perhelatan Pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 sudah semakin dekat. Andi Harun Walikota Samarinda mengingatkan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi lokal.
“Kita tidak hanya membutuhkan institusi yang baik, tetapi juga membutuhkan pemimpin yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat pilkada bukan hanya soal memilih, tetapi juga memilih dengan bijak untuk masa depan yang lebih baik,” kata Andi Harun Walikota Samarinda dalam sebuah diskusi politik yang digelar di Setiap Hari Coffee, Jalan Ir. H. Juanda, Samarinda, pada Sabtu malam 22 Juni 2024.
Lebih lanjut Andi Harun mengatakan bahwa banyak sekali isu-isu strategis seperti pengembangan urban, manajemen bencana akibat perubahan iklim, dan reformasi pembangunan yang mencuat dalam pembahasan jelang pelaksanaan Pemilu kepala daerah di Indonesia saat ini.
Apalagi jelang pemindahan Ibukota Negara Nusantara ke Kalimantan Timur hal ini tentunya menjadi satu pembahasan yang menarik.
“Paradigma pembangunan yang sudah berusia puluhan tahun perlu disesuaikan dengan kondisi global dan lokal terkini. Isu-isu seperti anti korupsi, penegakan HAM, dan pelayanan publik juga harus menjadi prioritas dalam merancang ulang konsep pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Pada kesempatan itu Andi Harun juga mengatakan bahwa Demokrasi bukan tanpa persoalan. Dalam praktiknya hingga tiba pada zaman kekinian, demokrasi semakin menampakkan berbagai kompleksitasnya di masyarakat.
Dalam pandangannya Andi Harun mengatakan kutukan demokrasi menjadi topik sentral dalam diskusi tersebut.
Basis pandangannya adalah sebuah buku berjudul ‘How Democracy Works’ yang diterbitkan oleh Harvard University.
“Konsep teoritis kutukan demokrasi, saya kasih satu referensi dari buku ‘How Democracy Works’ yang diterbitkan oleh Harvard University. Ini membahas tiga poin penting institusi politik, aktor politik, dan kawasan sosial ekonomi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa evaluasi terhadap institusi politik menjadi krusial dalam konteks pemilihan kepemimpinan, baik di tingkat pemerintahan maupun legislatif.
Pengaruh yang terasa sampai saat ini, menurut Andi Harun, antara lain perlunya pemerintah beradaptasi dengan perkembangan dan harapan warganya.
Pun, penentuan dan eksistensi aktor atau pelaku politik, perlu berdasarkan kemampuannya dalam mewujudkan gagasan di lapangan.
“Institusi pemerintah harus terus bertransformasi menjadi lebih baik sesuai dengan harapan masyarakat. Tidak hanya itu, pemilihan aktor politik yang baik juga sangat penting. Sebaik apapun ide, tanpa pelaksanaan yang baik, itu hanya akan menjadi opini kosong,” jelasnya.
Diskusi ini bertujuan untuk membahas berbagai aspek terkait persiapan dan tantangan Pilkada Kota Samarinda tahun 2024-2029.
Turut hadir dalam diskusi tersebut Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Saefuddin Zuhri, Wakil Ketua PC NU Samarinda, Agus Tri Sutanto, Ketua TWAP Kota Samarinda, Safaruddin, dan CEO Cahaya Fajar Kaltim, Daniel Mahendra Yuniar. (Pia)








