News

Lumbung Air dan Lumbung Pangan

Bagikan

Opini

Samarinda, Termasuk Isu global terkait dengan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah ketahanan air, pangan dan energi.

Untuk memperoleh sumber kebutuhan pokok kehidupan itu, sudah barang tentu adanya di lingkungan hidup/alam. Maka, agar alam bisa terus-menerus menyediakan sumber kebutuhan pokok tersebut, harus dijaga dan dirawat.

Salah satu lingkungan atau alam yang merupakan sumber air dan pangan adalah pedesaan. Maka, seharusnya desa dibangun, dijaga dan dirawat menjadi lumbung air dan pangan.

Gunung, bukit, lembah, rawa, sawah-ladang, sungai dan laut yang merupakan satu kesatuan lumbung air dan pangan di pedesaan, kalau sepakat keberadaannya harus dipertahankan. Sebab, kalau salah satu, kesatuan atau ekosistem lumbung air dan pangan tersebut terputus, akan berakibat terganggunya kemampuan/daya dukung lingkungan/alam dalam menyediakan air dan pangan di pedesaan.

Untuk mempertahankan satu kesatuan/ekosistem lumbung air dan pangan di pedesaan tentu tidak mudah. Sebab umumnya membangun pedesaan menuju ke perkotaan.

Perkotaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian, perikanan dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman. Pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.

Sedangkan pedesaan suatu wilayah yang memiliki tingkat kepadatan rendah yang dihuni oleh penduduk bermatapencaharian di bidang agraris, dengan begitu secara tidak langsung terjaga dan terawatnya satu kesatuan/ekosistem sumber lumbung air dan lambung pangan di pedesaan tersebut.

Pada dasarnya terkait ekosistem ekonomi. Pedesaan dengan perkotaan merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Desa beperan sebagai lumbung air dan pangan sedangkan kota merupakan konsumen/pengguna air dan pangan. Maka pedesaan dan perkotaan merupakan satu kesatuan yang perlu dijaga dan dirawat ekosistem ekonominya, dalam menuju kehidupan yang sejahtera

Namun, tidak bisa dipungkiri umumnya siapa pun lebih memilih berkehidupan diperkotaan dibandingkan di pedesaan. Pilihan itu merupakan hal yang wajar. Alasannya di perkotaan sarana dan prasarana dalam memenuhi kebutuhan hidup mudah dijangkau/diperoleh. Maka, jika kemudian membangun pedesaan menjadi perkotaan merupakan suatu keniscayaan.

Untuk membangun pedesaan tetap menjadi lumbung air dan lumbung pangan yang lestari. Gunung, bukit, lembah, rawa, sawah- ladang, sungai dan laut yang merupakan biodiversitas/ ekosistemnya harus tetap terjaga dan terawat. Menjaga dan merawat satu kesatuan/ekosistem tersebut, sudah tentu tidak mudah.

Dibutuhkan kerja sama yang erat dengan semua pihak baik dalam hal pola pikir maupun prilaku dalam berkihidupan di alam/lingkungan hidup.

 

(Misnan Peraih Kalpataru kategori Perintis tahun 2023).


Bagikan

Related Posts