Nunukan, Solidaritas – Di ujung utara Kalimantan, di mana rimbunnya hutan tropis bertemu dengan garis batas negara, terdapat sebuah wilayah yang seolah “terputus” dari jalur darat utama: Krayan.
Bagi masyarakat di sini, deru mesin pesawat bukan sekadar tanda adanya transportasi, melainkan napas kehidupan yang membawa kepastian energi.
Distribusi BBM ke Krayan bukan sekadar urusan logistik biasa. Ini adalah operasi teknis tingkat tinggi yang melibatkan keberanian, presisi, dan sinergi antara Pertamina Patra Niaga dan Patra Logistik.
Ketika wilayah lain di Indonesia terhubung oleh aspal dan rel, Krayan tetap menjadi wilayah yang sangat spesifik. Geografinya yang ekstrem membuat jalur udara menjadi satu-satunya akses praktis untuk mengirimkan energi. Di sinilah Program BBM Satu Harga diuji—memastikan harga seliter bensin di perbatasan sama dengan yang dibayar warga di Jakarta.
Bukan pesawat komersial biasa yang mengemban tugas ini. Andalan Pertamina adalah Air Tractor AT-802, armada milik Pelita Air Service yang telah dimodifikasi khusus. Pesawat yang aslinya didesain untuk pemadam kebakaran hutan ini diubah menjadi “tanker terbang” yang mampu membelah awan dan melewati medan perbukitan terjal sambil membawa ribuan liter muatan cair.
Estafet Energi: Dari Tarakan hingga Long Bawan
Perjalanan setiap tetes BBM menuju tangki kendaraan warga Krayan melalui proses estafet yang presisi:
- Hulu di Tarakan: Perjalanan dimulai dari Integrated Terminal (IT) Tarakan. Mobil tangki membawa BBM menuju Bandara Juwata. Di sana, avtur dan nyali para kru dipersiapkan.
- Loading Udara: Proses pemindahan BBM dari mobil tangki ke dalam tangki khusus di perut pesawat dilakukan dengan standar keamanan tinggi. Tak boleh ada ruang untuk kesalahan.
- Membelah Rimba Kalimantan: Begitu lepas landas, pilot harus menavigasi pesawat melintasi hamparan hutan yang luas dan perbukitan Kalimantan Utara yang sering kali tertutup kabut tebal.
- Pendaratan di Yuvai Semaring: Bandara Yuvai Semaring di Long Bawan menjadi titik akhir perjuangan di udara. Sorak sorai mesin pesawat di landasan pacu adalah kabar baik bagi warga.
- Hilir ke SPBU: Setelah mendarat, BBM segera dipindahkan ke kendaraan pengangkut lokal untuk disalurkan ke SPBU 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) di wilayah Krayan.
Upaya berkelanjutan ini adalah bukti nyata bahwa jarak bukanlah alasan untuk mengesampingkan keadilan. Sinergi Pertamina Patra Niaga dan Patra Logistik memastikan bahwa meski secara geografis terisolasi, masyarakat Krayan tetap memegang hak energi yang sama.
Di balik setiap liter Pertalite atau Biosolar yang terjual di SPBU Krayan, ada dedikasi yang terbang tinggi—menembus batas, melawan cuaca, demi menjaga kedaulatan energi di beranda depan Indonesia.
Red








