Bisnis

Solusi Parkir Liar dan Sampah, Teluk Lerong Space Jadi Magnet Baru Wisata Tepi Mahakam

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Kehadiran Teluk Lerong Space (TLS) di kawasan Teras Samarinda terbukti membawa dampak ganda. Selain sukses menata ruang publik, kawasan ini menjadi instrumen efektif dalam menekan praktik parkir liar yang selama ini dikeluhkan warga.
Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade, mengungkapkan bahwa sebelum adanya TLS, kawasan Teras Samarinda kerap menghadapi anomali. Okupansi parkir resmi justru rendah, sementara persoalan sampah meningkat tajam.
“Dulu banyak pengunjung parkir di luar area resmi dan belanja di luar, lalu makanannya dibawa masuk ke teras. Akibatnya, sampah menumpuk di dalam teras, sementara parkiran kita sepi. Yang kotor kawasan kita, tapi parkir liar di luar justru ramai,” ujar Syamsuddin kepada awak media belum lama ini.

Berangkat dari evaluasi tersebut, manajemen Perumda Varia Niaga melakukan pemetaan lapangan. Syamsuddin menilai rendahnya minat warga menggunakan parkir resmi karena kurangnya daya tarik yang membuat pengunjung betah singgah.
Solusinya, lahirlah konsep food truck di area terbatas yang tidak mengganggu kapasitas parkir utama. Penataan dilakukan dengan perhitungan matang antara jumlah tempat duduk dan daya tampung kendaraan.
“Space yang diambil terbatas dan sudah kami hitung okupansinya. Jika tempat duduk penuh, biasanya parkiran juga penuh. Semua sudah kami sesuaikan agar tetap seimbang,” jelasnya.

Strategi ini rupanya jitu. TLS kini menjadi magnet baru bagi masyarakat yang ingin menikmati fenomena healing di ruang terbuka. Menariknya, pengunjung tidak hanya berasal dari Samarinda, tetapi juga warga dari Kutai Kartanegara hingga Balikpapan.
“Sore hari orang datang mengejar sunset. Biasanya setelah Magrib mereka pulang, lalu muncul gelombang kedua yang ingin menikmati pemandangan lampu jembatan. Perputarannya sangat cepat,” tambah Syamsuddin.

Selain menjadi solusi kebersihan dan ketertiban parkir, TLS juga memberi ruang bagi pelaku UMKM. Meski peminat tinggi, Syamsuddin menegaskan saat ini pihaknya tetap membatasi jumlah unit usaha guna menjaga kenyamanan.
“Unit food truck tetap empat, tidak ada penambahan,” tegasnya.
Ke depan, Perumda Varia Niaga membuka peluang pengembangan lebih lanjut, termasuk potensi penggunaan lahan khusus. Fokus utama tetap pada keseimbangan fungsi parkir, kenyamanan pengunjung, serta tata kelola kawasan yang bersih dan tertib.
Dengan pendekatan ini, Teluk Lerong Space diharapkan tidak sekadar menjadi tempat nongkrong, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal sekaligus wajah baru penataan kota Samarinda yang lebih modern. Red

Bagikan

Related Posts