Samarinda,Solidaritas – Aroma hio mulai menyerbak di sudut-sudut Kota Samarinda, menandakan tibanya perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Di balik kemeriahan lampion merah dan kekhusyukan doa umat Tionghoa, ada wajah-wajah sigap yang setia berjaga demi memastikan setiap lilin harapan menyala dengan tenang.
Tahun ini, Polresta Samarinda mengerahkan 145 personel untuk mengawal jalannya ibadah di berbagai titik bersejarah. Bukan sekadar pengamanan kaku, kehadiran petugas di lapangan lebih terasa sebagai upaya menjaga harmoni dan toleransi yang telah lama mengakar di “Kota Tepian”.
“Kami membagi 145 personel ini ke beberapa vihara dan klenteng utama,” ujar Kasi Humas Polresta Samarinda, Ipda Arie Soeharyadi, Selasa (17/2/2026).
Langkah kaki para petugas terlihat di tempat-tempat ikonik seperti Vihara Budi Center di Jalan DI Panjaitan, hingga Klenteng Tien Leko yang legendaris di Jalan Yos Sudarso. Penjagaan pun dilakukan secara personal; jumlah personel di tiap lokasi disesuaikan dengan denyut keramaian jemaat yang hadir.
Meski ratusan personel bersiaga, Ipda Arie menekankan bahwa suasana Samarinda tetap teduh dan kondusif. Tidak ada ketegangan, yang ada hanyalah patroli rutin yang memastikan senyum warga tetap mengembang saat merayakan hari kemenangan ini.
“Semuanya berjalan kondusif. Pengamanan kami sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan agar jemaah bisa beribadah dengan nyaman,” tambah Arie.
Melalui sinergi antara aparat dan masyarakat, perayaan Imlek 2026 di Samarinda bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bukti nyata bahwa keberagaman adalah warna yang mempercantik wajah kota. Di bawah pengawalan yang humanis, doa-doa untuk keberuntungan di tahun Kuda Api pun mengalun tanpa rasa cemas. Red









