Samarinda, Solidaritas – Suasana di Gedung PWI Kaltim, Jalan Biola, tampak berbeda dari biasanya. Bukan riuh ketikan keyboard atau diskusi tenggat waktu berita yang terdengar, melainkan konsentrasi tinggi para jurnalis yang tengah menatap kartu di tangan.
Mereka tidak sedang berjudi, melainkan tengah mengasah otak dalam Pelatihan Bridge Wartawan yang dibuka resmi oleh Plt Kepala Dispora Kaltim, HM Faisal.
Langkah SIWO PWI Kaltim menggandeng Pengkot GABSI Samarinda ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul. Ada target ambisius yang dipasang di pundak para kuli tinta: Medali Emas Porwanas.
“Kami sangat mengapresiasi terobosan ini. Pemerintah Provinsi mendukung penuh prestasi di segala lini, termasuk jurnalis. Target kami jelas, harus emas!” tegas Faisal dengan nada optimis di hadapan para peserta.
Menariknya, pelatihan ini menangkap sinyal darurat yang selama ini luput dari perhatian. Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, mengungkapkan sebuah fakta menarik dari database atlet Benua Etam. Saat ini, mayoritas atlet bridge Kaltim telah memasuki usia “senja” olahraga, yakni antara 44 hingga 50 tahun ke atas.
Namun, wajah-wajah di Gedung PWI memberikan harapan baru. “Saya melihat pemandangan yang menyegarkan. Rata-rata wartawan yang ikut pelatihan ini usianya masih di bawah 30 tahun. Ini adalah potensi luar biasa untuk regenerasi bridge di Kaltim,” ujar Rusdiansyah.
Bagi Ketua PWI Kaltim, Abdurachman Amin, pelatihan ini adalah investasi jangka panjang. Ia tak ingin kegiatan ini layu setelah seremoni pembukaan usai. Harapannya, muncul atlet-atlet kompeten yang tidak hanya lihai menulis berita, tapi juga jago mengatur strategi di meja pertandingan.
Senada, Ketua SIWO PWI Kaltim, Dimas, menegaskan bahwa misi utama tetaplah kejayaan di Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). Dengan bimbingan instruktur profesional dari GABSI Samarinda, para jurnalis muda ini diharapkan bisa membawa nama harum Kalimantan Timur di kancah nasional.
Kini, para wartawan Kaltim memiliki tugas baru: membuktikan bahwa ketajaman pikiran mereka tidak hanya berlaku saat mengolah informasi, tetapi juga saat mengejar kartu kemenangan demi kehormatan daerah. Red









