Samarinda, Solidaritas – Aroma masakan segar dari Jalan Bhayangkara kini menjadi simbol harapan baru bagi ribuan anak dan ibu di Samarinda. Di balik pintu Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari Polresta Samarinda, kesibukan luar biasa terjadi setiap pagi demi memastikan 2.554 porsi makanan bergizi siap santap tepat waktu.
Momentum ini semakin dipertegas dengan peresmian dan groundbreaking SPPG Polri secara serentak di seluruh Indonesia oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, pada Jumat (13/2/2026). Di Samarinda sendiri, gerakan ini sejatinya bukan hal baru, karena dapur “kasih sayang” ini telah konsisten mengepul selama tiga bulan terakhir.
Setiap Senin hingga Jumat, ribuan porsi makanan sehat didistribusikan dengan target yang sangat spesifik: para pelajar dan kelompok “3B” (Ibu hamil, Ibu menyusui, dan Balita) di tiga kelurahan terdekat.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menekankan bahwa program ini adalah investasi nyata untuk masa depan. “Manfaatnya sangat dirasakan, baik oleh anak-anak sekolah yang butuh energi untuk belajar, maupun pemenuhan gizi di Posyandu,” ungkapnya.
Isu keamanan pangan menjadi prioritas mutlak yang tak bisa ditawar. Menyadari risiko yang ada, Polresta Samarinda menerapkan standar “pagar betis” dalam pengolahan makanan.
Mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses distribusi, semuanya dipantau ketat oleh Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) serta pengawasan internal dari Propam.
Setiap petugas di dapur wajib mengenakan APD lengkap dan mengikuti kaidah higienitas sesuai standar Badan Gizi Nasional. “Kami tidak main-main. Kontrol dilakukan setiap hari untuk memastikan kelayakan makanan,” tegas Hendri.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang turut hadir melihat operasional dapur ini, menyebut SPPG bukan sekadar fasilitas memasak biasa. Baginya, ini adalah infrastruktur strategis untuk menjemput impian Indonesia Emas 2045.
“Dapur ini adalah bagian penting untuk menyiapkan generasi hebat. Standar kebersihan, quality control bahan baku, hingga ketepatan distribusi harus dijalankan secara disiplin tinggi,” pesan Andi Harun.
Lewat ribuan porsi yang didistribusikan setiap hari, Dapur Bhayangkari bukan hanya sedang memerangi stunting, tapi juga sedang membangun pondasi ekonomi lokal dan kesehatan masyarakat yang lebih kuat dan berkelanjutan. Red









