Kutai Kartanegara, Solidaritas – Di balik rimbunnya lanskap Kutai Lama, Kecamatan Anggana, sebuah optimisme baru mencuat dari perut bumi Kalimantan Timur. Bukan sekadar pengeboran rutin, keberhasilan PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field di Sumur Pengembangan NKL-1183 menjadi bukti bahwa area “lama” masih menyimpan rahasia emas hitam yang melimpah.
Banyak yang mengira lapangan tua telah mencapai masa senjanya. Namun, sumur NKL-1183 mendobrak stigma tersebut. Sejak tajak dimulai pada medio Desember 2025, sumur ini menunjukkan performa luar biasa. Laju alir minyaknya sempat menyentuh angka 520 barel per hari (bph) dan kini stabil bertengger di angka 400 bph.
“Ini adalah bagian dari upaya kami menemukan potensi reservoir baru di area yang sudah ada (existing),” ungkap Sigid Setiawan, Senior Field Manager Pertamina EP Sangasanga, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Keberhasilan ini tidak datang dari keberuntungan semata. Tim Subsurface bekerja layaknya detektif, memetakan ulang setiap lapisan tanah. Supriady, Senior Manager Subsurface Development & Planning Zona 9, menjelaskan bahwa kuncinya adalah integrasi data statik dan dinamik.
Targetnya spesifik: lapisan batu pasir B08 di kedalaman 650-670 meter. Menggunakan teknik pengeboran berarah (directional) dengan rig berkekuatan 700 horse power milik PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), tim berhasil menjangkau area reservoir yang selama ini terlewatkan.
“Kami menargetkan reservoir yang sudah lama ditinggalkan karena produksi masif di masa lalu. Ternyata, probabilitas minyaknya masih sangat tinggi,” tambah Supriady.
Satu hal yang mencuri perhatian adalah efisiensi operasional. Proyek yang rampung dalam 26 hari ini hanya menghabiskan sekitar 76 persen dari anggaran yang dialokasikan. Tanpa mengesampingkan aspek keselamatan, penghematan ini menjadi standar baru dalam optimisasi biaya produksi di lapangan Sangasanga.
Bagi PEP Sangasanga, sumur NKL-1183 bukan sekadar angka produksi. Ia adalah simbol harapan. Keberhasilan ini membuka pintu bagi pengusulan sumur-sumur pengembangan berikutnya di lapangan North Kutai Lama (NKL), memastikan energi dari Kutai Kartanegara terus mengalir untuk Indonesia. Red









