News

Kos Bebaya Syariah: Hunian Rasa Hotel, Jawaban Atas Kecemasan Orang Tua Mahasiswi di Samarinda

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Mencari tempat tinggal bagi mahasiswi di perantauan seringkali menjadi dilema besar bagi orang tua. Bukan sekadar soal harga, namun faktor keamanan dan kenyamanan seringkali menjadi prioritas yang sulit dikompromi. Menjawab tantangan tersebut, Perusahaan Umum Milik Daerah (Perumda) Varia Niaga Samarinda menghadirkan terobosan baru: Kos Bebaya Syariah.
Bukan sekadar kos-kosan biasa, hunian yang terletak di jantung Kota Samarinda ini menawarkan pengalaman menginap layaknya di hotel berbintang, namun dengan atmosfer kekeluargaan yang kental.
Begitu melangkah masuk ke dalam kamar, kesan “kos-kosan sempit” langsung sirna. Setiap unit telah dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC) yang sejuk, kamar mandi dalam yang bersih, hingga working space atau meja kerja khusus yang didesain untuk mendukung mahasiswi fokus mengerjakan tugas kuliah.
Tak berhenti di situ, urusan perut pun sangat diperhatikan. Pengelola menyediakan dapur umum di setiap lantai yang lengkap dengan fasilitas gas gratis. Bagi penghuni yang memiliki jadwal kuliah padat, layanan laundry juga tersedia untuk memastikan urusan pakaian tetap rapi tanpa harus menyita waktu.
Keunggulan utama yang membuat Kos Bebaya Syariah berbeda dari hunian lainnya adalah komitmen total pada aspek keamanan. Di sini, sistem keamanan tidak hanya mengandalkan pagar tinggi, tetapi juga sumber daya manusia yang spesifik.
Seluruh petugas di area kos, mulai dari staf manajemen hingga tenaga pengamanan (sekuriti), adalah perempuan. Hal ini memberikan ruang privasi yang lebih luas dan rasa nyaman bagi para penghuni mahasiswi. Selain itu, manajemen menerapkan aturan jam operasional yang tegas, di mana aktivitas dibatasi hingga pukul 22.00 WITA.
“Ini menjadi solusi bagi orang tua yang sering khawatir soal keamanan anaknya. Kami ingin memastikan setiap mahasiswi bisa beristirahat dan belajar dengan tenang,” ungkap Direktur Utama Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade.
Dengan segala fasilitas premium tersebut, tarif sewa dipatok mulai dari Rp2 juta hingga Rp2,3 juta per bulan, tergantung pada tipe kamar dan fasilitas tambahan yang dipilih.
Meskipun menyandang nama “Syariah”, hunian ini tetap inklusif. Konsep syariah lebih ditekankan pada sistem tata kelola dan aturan lingkungan, sehingga tetap terbuka bagi mahasiswi dari berbagai latar belakang agama yang menginginkan hunian tenang dan tertib.
Kini, para mahasiswi di Samarinda memiliki pilihan untuk tidak sekadar “menumpang tidur”, melainkan tinggal di hunian yang benar-benar mendukung gaya hidup sehat, aman, dan produktif. Red

Bagikan

Related Posts