Kota Samarinda

Saat Tanah Loa Hui “Menelan” Tiga Bangunan dalam Sekejap

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Bagi warga Komplek Loa Hui, Jalan Suka Damai, Kelurahan Harapan Baru, Jumat siang (6/2) yang seharusnya tenang berubah menjadi mencekam. Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda beberapa hari terakhir akhirnya memuncak pada sebuah dentuman tanah yang ambrol sedalam 10 meter.
Tiga bangunan Kantor RT, Posko Satpam, dan sebuah warung makan kini hanya menyisakan puing. Kerugian materiil ditaksir menembus angka Rp40 juta. Namun, di balik kerugian itu, ada cerita tentang kesigapan warga yang berpacu dengan waktu sebelum bencana benar-benar datang.
Mustari, Ketua RT 41, masih mengingat jelas kepanikan singkat sebelum kejadian. Sekitar pukul 11.40 WITA, seorang petugas keamanan datang dengan wajah tegang. Ia melaporkan adanya retakan yang tak biasa pada bangunan kantor RT.
“Setelah diberitahu, saya langsung ke lokasi. Kondisinya memang sudah retak. Kami langsung bergerak cepat mengamankan barang-barang berharga di dalam kantor dan warung,” kenang Mustari saat ditemui di lokasi kejadian.
Naluri warga terbukti benar. Hanya berselang 30 menit, tepat pukul 12.10 WITA, tanah yang labil itu menyerah. “Tidak lama kemudian terjadi longsor, kedalamannya kurang lebih 10 meter,” tambahnya. Beruntung, gerak cepat warga mengosongkan area membuat musibah ini nihil korban jiwa.
Merespons kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda segera menerjunkan tim ke titik lokasi di Kecamatan Loa Janan Ilir. Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Samarinda, Edi, mengonfirmasi bahwa cuaca ekstrem menjadi pemicu utama.
“Laporan masuk dari beberapa titik sejak semalam. Untuk kasus di Loa Hui ini, tanah memang sangat labil akibat hujan terus-menerus,” ujar Edi.
Ia juga memberikan peringatan keras agar warga tidak lengah, karena potensi longsor susulan masih sangat tinggi.
Pihak BPBD bahkan telah mengeluarkan imbauan agar warga yang tinggal di zona rawan segera mengungsi sementara waktu ke tempat yang lebih aman.
Hingga Jumat sore, Sebagai langkah darurat, warga sekitar bergotong-royong memasang terpal plastik berukuran besar untuk menutupi permukaan tanah yang retak.
Cara sederhana ini diharapkan mampu mencegah air hujan meresap lebih dalam ke pori-pori tanah yang bisa memicu pergerakan tanah lanjutan. Di tengah puing-puing bangunan yang hancur, warga Loa Hui kini hanya bisa bersiaga, sembari berharap langit Samarinda segera bersahabat. Red

Bagikan

Related Posts