Samarinda,Solidaritas – Kabar mengenai penyesuaian tarif air minum di Kota Samarinda mulai disosialisasikan secara resmi pada Kamis (22/01/2026). Bertempat di Ballroom Hotel Puri Senyiur, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Kota Samarinda membuka ruang dialog bersama masyarakat untuk menjelaskan arah kebijakan baru tersebut.
Meski terdapat penyesuaian harga, Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana, Nor Wahid Hasyim, membawa kabar baik bagi para pelanggan. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya lonjakan tagihan yang mendadak, terutama di awal periode pemberlakuan.
“Masyarakat tidak merasakan adanya penyesuaian tarif pada periode awal, karena ada kebijakan pemotongan biaya administrasi,” jelas Nor Wahid. Strategi ini diambil agar transisi tarif tidak memberatkan beban ekonomi rumah tangga warga Kota Tepian secara langsung.
Langkah penyesuaian ini bukan tanpa alasan. Perumdam Tirta Kencana tengah mengejar target ambisius, yakni memastikan 100 persen penduduk Samarinda menikmati layanan air bersih pada tahun 2029. Saat ini, cakupan layanan telah mencapai 85 persen dengan total sekitar 190 ribu pelanggan.
“Tugas kita bersama hingga 2029 adalah bagaimana mengurus sisa 15 persen lagi agar seluruh masyarakat bisa terlayani,” ungkapnya.
Sebagai bentuk bukti nyata kehadiran pemerintah, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dijadwalkan akan meresmikan empat Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru dalam waktu dekat.
Keempat fasilitas tersebut adalah IPA Benanga 2, IPA Gunung Lingai 3, IPA Tirta Kencana 7, dan IPA Brambai. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas aliran air dan menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini belum teraliri secara maksimal.
Selain penguatan infrastruktur kota, Perumdam juga memperketat aturan bagi sektor properti. Ke depan, setiap pengembang perumahan diwajibkan membangun jaringan perpipaan internal dan booster air secara mandiri. Hal ini bertujuan agar standar pelayanan air di pemukiman baru sudah terjamin sejak awal tanpa membebani jaringan distribusi utama yang sudah ada.
Dengan kombinasi penyesuaian tarif yang terukur dan pembangunan infrastruktur yang masif, Pemerintah Kota Samarinda optimistis krisis air bersih akan menjadi cerita masa lalu saat memasuki tahun 2029 mendatang. Red









