Kota Samarinda

Ekonomi Samarinda 2025 Tumbuh Pesat 8,62 Persen, Sektor Jasa Jadi Motor Penggerak Utama

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Di tengah gempuran tantangan ekonomi global dan dinamika kebijakan fiskal nasional, Kota Samarinda menunjukkan resiliensi yang luar biasa. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa perekonomian kota pada tahun 2025 tetap tumbuh positif, selaras dengan upaya stabilisasi ekonomi nasional.
Meski harus menghadapi tantangan berat berupa pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dalam APBN, Samarinda justru berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi signifikan sebesar 8,62 persen. Performa kuat di sektor jasa menjadi motor penggerak utama yang mendominasi kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Hal ini diungkapkan Andi Harun saat menghadiri Sidang Paripurna DPRD Kota Samarinda Masa Persidangan I Tahun 2026, dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Samarinda ke-358 dan HUT Pemerintah Kota Samarinda ke-66, Rabu malam (21/1/2026). Sidang tersebut mengusung tema strategis: “Solid Hadapi Tantangan, Maju Berkelanjutan.”
Andi Harun memaparkan bahwa keberhasilan ekonomi ini berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Samarinda kini melonjak ke angka 83,53, yang mencerminkan kemajuan nyata pada sektor kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.
“Perekonomian kita tetap tumbuh sejalan dengan stabilisasi nasional. Sektor jasa menjadi tulang punggung utama dengan pertumbuhan mencapai 8,62 persen, dibarengi dengan peningkatan IPM kita,” ujar Andi Harun di hadapan anggota dewan.
Dalam pidatonya, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menengok kembali perjalanan panjang Samarinda. Dari sebuah kampung besar yang bertumbuh lewat kekayaan sumber daya alam—emas hijau dan emas hitam—hingga menjelma menjadi kota modern yang dinamis dan berbudaya.

Namun, Andi Harun mengingatkan bahwa perjalanan pembangunan tidaklah mulus. Isu deforestasi, polusi, hingga tekanan terhadap sumber daya alam menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Secara khusus, ia menyoroti pengesahan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Harmonisasi Kebijakan Fiskal Nasional.
Ia menekankan pentingnya kebijakan efisiensi anggaran yang cermat agar tidak memukul daya beli masyarakat. “Pemangkasan anggaran yang tidak tepat sasaran berpotensi menghambat investasi. Namun, jika dilakukan secara strategis, efisiensi justru akan memperkuat fundamental ekonomi daerah,” jelasnya.
Andi Harun mengibaratkan pembangunan Samarinda seperti pesawat bermesin ganda. Sektor publik berperan dalam arah kebijakan dan infrastruktur, sementara sektor swasta (industri, UMKM, dan investasi) menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi lainnya.

Kerja keras Pemerintah Kota Samarinda sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026 ini membuahkan berbagai apresiasi bergengsi. Selain mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, Samarinda meraih Status Kinerja Tinggi dari Kemendagri.
Di bidang sosial dan budaya, Kota Tepian ini mengukuhkan diri sebagai Kota Layak Anak kategori Nindya serta menyabet Tropi Abyakta pada Anugerah Kebudayaan PWI 2026.
Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh warga menjadikan hari jadi kota sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh. “Di usia 358 tahun Kota Samarinda dan 66 tahun Pemerintah Kota Samarinda, mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah awal menuju masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Red

Bagikan

Related Posts