Kota Samarinda

Sambut Ramadan 2026, Pemkot Samarinda Siapkan Strategi Jinakkan Inflasi

Bagikan

SAMARINDA – Menjelang tibanya bulan suci Ramadan dan Idulfitri 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai memataskan langkah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan ketersediaan pangan. Langkah ini dipertegas dalam rapat Koordinasi Internal Pengendalian Inflasi yang digelar di Balai Kota pada Senin (19/1/2026) kemarin.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, ini merupakan respon cepat daerah setelah mengikuti instruksi pusat dalam Rakornas Pengendalian Inflasi bersama Kemendagri.
Berdasarkan data terbaru dari BPS Samarinda, tantangan inflasi tahunan saat ini salah satunya dipicu oleh sektor transportasi, khususnya angkutan udara yang mencatat kenaikan sebesar 1,58 persen.
Sebagai langkah nyata menyentuh masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Samarinda berkolaborasi dengan Bank Indonesia Perwakilan Kaltim akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
Program ini dijadwalkan menyambangi lima kelurahan, yakni Bukuan, Rawa Makmur, Loa Bakung, Sungai Kapih, dan Gunung Lingai pada rentang waktu 3 hingga 11 Februari 2026 mendatang.
Tak hanya itu, bantuan pangan juga disiapkan bagi 450 Kepala Keluarga di tiga kecamatan untuk memastikan warga kurang mampu tetap tenang menghadapi fluktuasi harga.
Sinergi antar lini juga diperkuat melalui Perusda Varian Niaga yang menggandeng peternak lokal demi menjaga kestabilan harga ayam dan telur. Sementara itu, dari sisi logistik, distribusi solar bersubsidi menjadi perhatian serius.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Samarinda, Nadya Turisna, menekankan pentingnya kelancaran bahan bakar agar rantai distribusi barang kebutuhan pokok tidak terganggu.
Uniknya, ada pula ajakan bagi generasi muda untuk ikut berperan. Melalui gerakan menanam cabai di kalangan pelajar SMA, Pemkot berharap kemandirian pangan bisa dipupuk sejak dini dengan pendampingan dari OPD terkait.
Menutup pertemuan tersebut, Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri memberikan apresiasi atas kerja rutin yang terjaga antar instansi. Ia optimis bahwa melalui pengawasan lapangan yang ketat oleh Satgas Pangan dan TPID, stabilitas harga di Samarinda dapat tetap terkendali.
“Tujuan kita satu, menjaga inflasi tetap stabil demi kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat menyambut Ramadan dan Idulfitri 2026,” ujar Saefuddin menutup arahannya

Bagikan

Related Posts