Samarinda,Solidaritas – Suasana tenang di Sungai Mahakam pada Sabtu (17/1/2026) petang mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa. Kapal Wisata KM Teman Bejalanan yang sedang membawa puluhan warga menikmati senja di Kota Samarinda, tiba-tiba muncul api pada bagian belakang kapal.
Api dilaporkan muncul pertama kali dari bagian belakang kapal yang menyerupai bentuk kapal Pinisi tersebut. Dalam sekejap, asap hitam membubung tinggi, memicu kepanikan massal di atas dek. Puluhan penumpang yang didominasi oleh wisatawan lokal berteriak histeris meminta pertolongan sembari mencari jalan keluar dari kobaran api.
Nurman Petugas Dermaga Mahakam Ilir mengatakan bahwa laporan kebakaran diterima saat posisi kapal masih berada di tengah sungai. Api dilaporkan muncul pertama kali dari area mesin di bagian belakang kapal.
Beruntung, solidaritas di perairan Mahakam bergerak cepat. Sejumlah kapal motor, tugboat, hingga kapal tambangan (perahu tradisional) yang berada di sekitar lokasi langsung merapat untuk memberikan bantuan. Proses evakuasi berlangsung dramatis; para penumpang berusaha melompat dan berpindah ke kapal-kapal penyelamat di tengah situasi yang kacau.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 18.21 WITA di kawasan Tikungan GP Samarinda, saat kapal tengah bersiap merapat ke Dermaga Mahakam Ilir. Beruntung, meski api sempat membesar, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
“Sekitar pukul 18.21 WITA kami menerima informasi kapal terbakar. Saat itu seluruh penumpang masih berada di atas kapal yang tengah bergerak menuju dermaga,” kata Nurman.
Proses penyelamatan berlangsung dramatis. Mengingat api yang terus membesar di bagian buritan, sejumlah kapal klotok dan kapal panjang (longboat) milik warga yang berada di sekitar lokasi langsung mendekat untuk membantu evakuasi sebelum kapal benar-benar mencapai dermaga.
Berdasarkan data manifes, terdapat 68 orang di atas kapal, yang terdiri dari:
- 57 Orang Dewasa
- 10 Anak-anak
- 1 Balita
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Setelah kami lakukan pendataan satu per satu sesuai manifes, semua 68 penumpang dinyatakan selamat,” tegas Nurman. Ia juga menambahkan bahwa kapal tersebut sebenarnya telah memenuhi standar keselamatan dengan ketersediaan jaket pelampung yang lengkap.
Pihak kepolisian dari Polresta Samarinda yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal. Pamapta 2 Polresta Samarinda, IPDA Yudiansyah, menyatakan titik api diduga kuat berasal dari korsleting pada mesin generator set (genset).
“Bagian yang terbakar ada di belakang kapal. Dugaan sementara penyebabnya adalah mesin genset,” terang Yudiansyah.
Guna penyelidikan lebih lanjut, polisi telah mengamankan nakhoda kapal berinisial PS (58) dan seorang anak buah kapal (ABK) berinisial BN (40). Keduanya saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif di kantor Polairud Polresta Samarinda.
“Seluruh kru kapal dan beberapa saksi mata sudah kami bawa ke Polairud untuk dimintai keterangan terkait kronologi serta kondisi kelayakan teknis kapal sebelum kejadian,” pungkas Yudiansyah.
Saat ini, bangkai KM Teman Bejalan telah dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih dalam oleh tim Inafis dan Satpolairud Polresta Samarinda. Red









