Kota SamarindaNews

Memanusiakan Sang Terhukum, Menengok Harapan Baru di Balik Hibah Lahan 9 Hektare Samarinda

Bagikan

Samarinda, Solidaritas –  Sempaja Utara, sebuah kawasan yang tenang di pinggiran Samarinda, kini menyimpan harapan besar bagi masa depan penegakan hukum yang lebih humanis. Di samping Lapas Bayur, terhampar lahan seluas 9 hektare yang baru saja dipastikan statusnya oleh Pemerintah Kota Samarinda sebagai lokasi pembangunan Lapas Kelas IIA yang baru.
Langkah ini bukan sekadar urusan administrasi pertanahan. Bagi Walikota Samarinda, Andi Harun, hibah lahan ini adalah bentuk nyata dari upaya memanusiakan warga binaan yang selama ini bergelut dengan sesaknya ruang jeruji akibat overkapasitas.
Kondisi Lapas yang melebihi kapasitas bukan rahasia lagi. Di balik tembok tinggi, ruang gerak yang terbatas seringkali menjadi kendala dalam proses pembinaan. Menyadari hal tersebut, Andi Harun menegaskan bahwa Kota Samarinda harus memiliki fasilitas pemasyarakatan yang tidak hanya laik secara fisik, tetapi juga memadai secara moral.
“Kami sengaja mempertahankan lahan ini agar Kota Samarinda memiliki Lapas yang tidak hanya laik, tapi juga manusiawi,” ujar Andi Harun saat menerima kunjungan Kepala Kanwil Kemenkumham Kaltim, Endang Lintang Hardiman, di Balai Kota.
Visi Andi Harun jelas: ia ingin mengubah wajah Lapas yang selama ini terkesan suram menjadi tempat yang benar-benar memberikan ruang untuk perbaikan diri. Lahan 9 hektare tersebut diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang yang mampu menampung warga binaan dengan standar yang lebih baik.
Pembangunan Lapas baru ini tidak akan dikerjakan dengan setengah hati. Andi Harun berkomitmen untuk melibatkan konsultan berpengalaman guna memastikan perencanaan matang—mulai dari tata ruang hingga fasilitas pendukung yang memadai bagi warga binaan dan masyarakat.
Bahkan, sang Walikota menyatakan kesiapannya untuk “pasang badan” mengawal proyek ini ke tingkat nasional. Ia bersedia mendampingi jajaran Kanwil Ditjenpas Kaltim ke Jakarta guna membahas teknis pembiayaan dengan pemerintah pusat. Mekanisme “hibah ke hibah” pun disiapkan untuk memuluskan langkah tersebut.
“Kami ingin Lapas baru ini dapat menjadi solusi nyata untuk mengatasi masalah overkapasitas yang ada saat ini,” tambahnya penuh optimisme.
Kehadiran jajaran pimpinan Lapas, Rutan, dan Bapas dalam pertemuan di Balai Kota tersebut menandai babak baru sinergi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal. Proyek ini diharapkan tidak hanya menjadi bangunan fisik semata, tetapi juga menjadi model bagi daerah lain dalam mengelola lembaga pemasyarakatan.
Harapan besarnya, ketika pembangunan ini rampung dalam waktu dekat, kualitas hidup warga binaan akan meningkat. Lapas bukan lagi sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan ruang transisi yang sehat sebelum mereka kembali ke pelukan masyarakat sebagai pribadi yang baru.
Dengan lahan yang luas di Sempaja Utara, Samarinda sedang membangun jembatan bagi mereka yang ingin pulang ke jalan yang benar—sebuah langkah kecil untuk keadilan, sebuah langkah besar untuk kemanusiaan. Red

Bagikan

Related Posts