DPMD Kabupaten Kutai Kartanegara

Wisata Petik Buah Segar, Solusi Cerdas untuk Meningkatkan Ekonomi Lokal dan Ketahanan Pangan

Bagikan

Kutai Kartanegara,Solidaritas – Wisata petik buah segar di kebun dapat menjadi solusi cerdas untuk meningkatkan ekonomi lokal dan ketahanan pangan. Dengan memanfaatkan lahan seadanya, wisata petik buah segar dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi petani lokal dan masyarakat desa.

Hal ini diungkapkan Hadi Ketua RT 13 Desa Giri Agung Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara, minggu (24/11/2025)

Strategi pengembangan wisata petik buah segar meliputi pemanfaatan lahan secara optimal, pemilihan komoditas yang tepat, konsep agrowisata yang menarik, dan pemasaran yang efektif.

Pemanfaatan lahan secara optimal dapat dilakukan dengan menggunakan teknik hidroponik atau vertikultur untuk memaksimalkan ruang sempit di pekarangan rumah atau lahan terbatas.

“Untuk di lahan perkarangan yang saat ini sudah berkembang di desa Giri Agung adalah budida ya jambu,” kata Hadi yang ditemui Solidaritas di kebunya.

Lebih lanjut Hadi mengatakan bahwa ada beberapa tanaman jambu yang potensial untuk dikembangkan menjadi tanaman potensial penyumbang Pedapatan Asli Desa jika di kembangkan secara maksimal .

Ada Jambu Citra Madu, jambu ini sudah cukup dikenal di Samarinda dan sekitarnya jambu ini memiliki warna merah yang mengundang daya tarik pengunjung. Rasa manis dan segarnya membuat jambu citra madu menjadi favorit banyak orang.

Kemudian ada Jambu King Rose, meskipun tidak berwarna merah, jambu king rose memiliki rasa manis yang tidak kalah dengan jambu citra madu. Jambu ini memiliki tekstur yang lembut dan aroma yang harum.

Jambu Bulungan merupakan salah satu jambu yang paling populer di kalangan pecinta jambu. Rasa manis dan segarnya membuat jambu bulungan menjadi buruan banyak orang.

Selain itu, tanaman lain yang juga menjadi daya tarik adalah Jeruk Santang Madu. Jeruk ini memiliki rasa manis dan segar, serta aroma yang harum. Jeruk santang madu sangat cocok untuk dijadikan wisata petik buah segar karena dapat dipanen sepanjang tahun.

“Untuk jenis santang Madu masih kami kembangkan saat ini baru ada beberapa pohon , namun memang buahnya cukup banyak sehingga keberadaan jeruk ini sudah diketahui oleh masyarakat yang datang kesini,” jelas Hadi.

Sebagai ketua RT 13 Hadi mengaku sering mengajak warganya untuk menanam berbagai macam tanaman buah agar bisa bermanfaat untuk mereka sendiri.

“Warga RT 13 sebagian besar merupakan petani padi, sehingga mereka masuk menjadikan petani padi sebagai pekerjaan utama, namun beberapa diantara mereka sudah mulai memanfaatkan lahan lahan pekarangan mereka untuk menanam buah,” kata Hadi.

Manfaat wisata petik buah segar antara lain meningkatkan ekonomi lokal, meningkatkan ketahanan pangan, pemanfaatan lahan yang optimal, dan pendidikan lingkungan.

Sementara itu Supriadi Kades Giri Agung mengatakan Desa Giri Agung sangat cocok jika di kembangkan menjadi  sentra agro wisata  dan kami Pemdes Giri Agung akan menjalin kemitraan dengan pihak ketiga swasta. Kemitraan ini bertujuan untuk membangun kawasan wisata yang dapat meningkatkan ekonomi lokal dan ketahanan pangan.

“Desa Giri Agung memiliki keindahan alam yang luar biasa, serta kekayaan sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi wisata agro,” kata Supriadi.

Dengan kemitraan swasta, Desa Giri Agung dapat memanfaatkan sumber daya yang ada untuk membangun infrastruktur wisata, seperti jalan, akomodasi, dan fasilitas lainnya.

Desa Giri Agung memiliki beberapa potensi wisata agro, seperti wisata petik buah, wisata kebun, dan wisata edukasi. Dengan kemitraan swasta, Desa Giri Agung dapat mengembangkan potensi-potensi tersebut menjadi wisata yang lebih menarik dan berkualitas. ADV/DPMD Kukar/ Ar


Bagikan

Related Posts