DPMD Kabupaten Kutai Kartanegara

Menerangi Desa Terpencil: Program Terang Kampungku Hadirkan Listrik 24 Jam

Bagikan

Kutai Kartanegara,Solidaritas– Program Terang Kampungku merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk meningkatkan ketersediaan listrik di desa-desa terpencil. Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur listrik fisik, tetapi juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti PLN, pemerintah kecamatan dan desa, serta partisipasi masyarakat.

Dengan adanya program ini, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa pembangunan jaringan listrik tidak hanya menyasar pusat desa, tetapi juga menjangkau permukiman warga yang tersebar dan terpencil. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga desa dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Ketersediaan listrik 24 jam juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas warga desa, sehingga mereka dapat melakukan aktivitas ekonomi dan sosial dengan lebih baik. Dengan demikian, program Terang Kampungku dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat desa.

Kepala DPMD Kukar, Arianto kepada media Senin (26/5/2025) mengatakan bahwa program Terang Kampungku merupakan salah satu prioritas dalam mendukung visi pembangunan Kukar yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) berkomitmen dalam mewujudkan desa-desa yang mandiri dan sejahtera.

“Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah pelaksanaan program unggulan Terang Kampungku, yang bertujuan menyediakan akses listrik 24 jam bagi seluruh desa di wilayah Kukar, khususnya desa-desa yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau jaringan listrik,” kata Arianto.

Saat ini lanjutnya  ketersediaan listrik yang merata merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan memperkuat infrastruktur pelayanan publik di desa-desa.

“Kalau kita bicara intervensi, saya bisa sampaikan bahwa 100 persen target awal sudah tercapai. Semua titik yang direncanakan untuk disentuh dalam tahap awal program sudah terlaksana,” jelas Arianto .

Dalam pelaksanaannya, Arianto mengatakan DPMD Kukar memfokuskan intervensi pada 17 titik prioritas yang tersebar di berbagai kecamatan. Ia menyebutkan wilayah-wilayah tersebut dipilih berdasarkan tingkat urgensi dan kebutuhan akses listrik masyarakat. Setelah tahap awal rampung, DPMD melanjutkan ekspansi program ke wilayah lain yang belum mendapat pasokan listrik secara penuh.

“Yang sudah selesai, kita lanjutkan ke desa-desa lain yang masih belum menikmati listrik 24 jam. Masih ada wilayah yang hanya mendapatkan pasokan listrik selama 12 jam per hari. Ini yang menjadi PR kita bersama ke depan,” tegas Arianto.

“Bayangkan bagaimana kegiatan ekonomi dan sosial di desa bisa berjalan lebih optimal kalau listrik tersedia sepanjang hari. Inilah yang ingin kita hadirkan lewat Terang Kampungku,”lanjutnya.

Kedepannya DPMD Kukar akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap pelaksanaan program ini.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen untuk meningkatkan akses listrik bagi seluruh masyarakat, terutama di daerah terpencil. Program Terang Kampungku menjadi salah satu upaya untuk mencapai tujuan ini, meskipun tantangan geografis dan keterbatasan jaringan menjadi hambatan utama.

“Pemerintah akan terus mencari solusi terbaik untuk memastikan keadilan akses infrastruktur bagi seluruh masyarakat Kukar. Dengan konsistensi pelaksanaan program Terang Kampungku, diharapkan tidak ada lagi desa di Kukar yang tertinggal dalam hal akses listrik,”ungkapnya.

Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh warga dapat menikmati hak dasar berupa energi listrik yang andal dan berkelanjutan, sebagai bagian dari pembangunan inklusif yang mendorong keadilan dan kesetaraan bagi semua lapisan masyarakat, termasuk di pelosok desa.ADV/DPMDKukar/IL


Bagikan

Related Posts