DPMD Kabupaten Kutai KartanegaraKab. Kutai Kartanegara

DPMD Kukar Dorong Pemanfaatan Dana Rp50 Juta per RT untuk Kembangkan Ekonomi Lokal

Bagikan

Kutai Kartanegara,Solidaritas- Program pembangunan berbasis Rukun Tetangga atau RT dengan memberikan bantuan dana sebesar Rp50 Juta per RT telah berjalan selama dua tahun. Program ini mulai dilaksanakan sejak tahun 2022 hingga saat ini bahkan pemanfaatanya bisa digunakan untuk apa saja termasuk pengembangan ekonomi lokal.

Hal ini diungkapkan Arianto kepala Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) kepada media di kantornya jumat (03/05/2025).

Lebih lanjut Arianto terus mendorong optimalisasi pemanfaatan program bantuan keuangan pembangunan sebesar Rp50 juta per Rukun Tetangga (RT).

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui RPJMD 2021-2026 telah menetapkan program strategis pembangunan daerah yang terdiri dari 23 Program Dedikasi Kukar Idaman (Kutai Kartanegara Inovatif, Berdaya Saing dan Mandiri).

Dari itu lanjut Arianto, anggaran Rp50 juta per RT tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik, tetapi digunakan untuk kegiatan pemberdayaan yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga.

“Kami terus dorong agar dana ini digunakan juga untuk pelatihan yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Misalnya, jika ada pemuda di RT yang ingin membentuk kelompok usaha seperti bengkel atau usaha lain, kami sangat mendukung,” kata Arianto.

Arianto menegaskan, dana yang tersedia harus dimanfaatkan secara kreatif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Untuk kami pemerintah daerah melalui DPMD Kukar menginisiasi berbagai pelatihan keterampilan yang bertujuan menumbuhkan usaha-usaha produktif di tengah masyarakat,” jelasnya.

Pelatihan tersebut bukan sekadar transfer ilmu, melainkan harus menghasilkan unit usaha yang terus berkembang.

Berbagai jenis pelatihan yang difasilitasi melalui program ini antara lain seperti menjahit, pengelasan, pertukangan, hingga pengolahan makanan.

“Ini bukan hanya soal pelatihan, tapi bagaimana pelatihan tersebut mampu melahirkan usaha produktif yang berkelanjutan,” tegasnya.

Dirinya beranggapan jika program ini dijalankan dengan serius, maka akan lahir kelompok-kelompok usaha di tingkat RT yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Atas hal tersebut untuk mendukung terimplementasinya program tersebut secara maksimal.

Arianto menegaskan DPMD Kukar juga memperkuat koordinasi lintas sektor agar pelatihan yang diberikan terintegrasi dengan program pemberdayaan ekonomi lainnya.

“Harapannya, hasil pelatihan ini tidak hanya berhenti sampai pelatihan saja, tapi berkembang menjadi unit usaha mandiri. Ini momentum untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dari bawah, dan RT adalah tempat paling strategis untuk memulainya,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, dirinya berharap setiap RT yang ada di wilayah Kukar dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. ADV/DPMDKukar/IL


Bagikan

Related Posts