Samarinda, Solidaritas – Meski telah berulang kali ditabrak oleh Ponton pengangkut batu bara jembatan mahakam 1 dinyatakan masih aman untuk dilintasi kendaraan khususnya kendaraan roda 4 dan roda 2.
Meski demikian Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur yang telah melakukan serangkaian uji beban terhadap Jembatan Mahakam I pada Rabu (30/4/2025) lalu masih menunggu hasil pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan oleh tim pemeriksa.
Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan I, BBPJN Kaltim, David E Pasaribu mengatakan Jembatan Mahakam I masih aman untuk dilintasi kendaraan kecil seperti motor dan mobil, terkecuali truk dan sejenisnya. namun untuk memastikan kalau status dan kondisi jembatan akan diumumkan pada Senin (5/5/2025) pekan depan.
“Kami harus menunggu hasil analisis data. Visual saja tidak cukup. Untuk menyatakan jembatan ini aman atau tidak, diperlukan data kuantitatif yang akurat,” jelas David, Kamis, (1/5/2025).
David mengatakan bahwa BBPJN sudah melakukan serangkaian tes uji beban menggunakan metode pengukuran frekuensi getaran untuk menilai tingkat kekakuan jembatan, yang menjadi indikator utama dalam menilai kondisi struktur.
Dari hasil uji beban, seperti melibatkan truk bermuatan 8 ton dan 12 ton, diperoleh hasil kalau sementara Jembatan Mahakam I tidak direkomendasikan untuk dilalui kendaraan besar.
“Hasilnya tadi malam (serangkaian uji beban) menunjukkan jembatan masih aman untuk kendaraan kecil. Namun, kendaraan berat tetap dilarang melintas untuk sementara waktu,” tegasnya.
Oleh sebab itu, David menerangkan diakhir kalau status pasti jembatan akan diputuskan pada Senin pekan depan, berdasarkan pembahasan teknis hasil uji beban pada Jumat (2/5/2025) besok.
Diberitakan sebelumnya Jembatan Mahakam I Samarinda kembali ditabrak ponton pengangkut batu bara pada Sabtu (26/4) malam. Ponton dengan muatan batu bara terseret deras sungai mahakam dengan tug boat berada disampingnya, sejumlah warga yang ada di tepian sungai mahakam atau tepatnya di hotel haris mendengar suara mesin tug boad yang nyaring disertai kepulang asap hitam berusaha menarik ponton tersebut, namun diduga karena tali penarik ponton putus akhirnya ponton tidak terkendali dan terus menarik tugboad kearah jembatan mahakam 1 dan akhirnya menabrak jembatan yang telah berusia 39 tahun.
Sebelumnya pada tanggal 16 februari 2025 ponton pengangkut kayu olahan juga menabrak jembatan Mahakam yang mengakibatkan fender yang merupakan elemen pada jembatan yang digunakan sebagai pengaman terhadap benturan antara kapal dengan jembatan hilang. R








