Kutai Kartanegara,Solidaritas – Agar potensi perikanan laut dapat ditingkatkan di Kutai Kartanegara, perlu dibangun stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) dan stasiun perbekalan nelayan apung. Fasilitas yang tersedia pada SPBN dan stasiun perbekalan nelayan apung ini akan membantu nelayan di Kutai Kartanegara khususnya di Marang Kayu melaut dengan menyediakan perbekalan yang dibutuhkan nelayan dengan volume lebih besar dan mudah dijangkau oleh nelayan di Kutai Kartaneagra.
Camat Marangkayu, AR Ambo Dalle, menegaskan bahwa pemerintah juga tengah berupaya menyelesaikan kendala utama yang dihadapi nelayan, yaitu keterbatasan bahan bakar minyak (BBM). Sulitnya akses BBM membuat nelayan kesulitan melaut, yang berdampak langsung pada produktivitas mereka.
“Bahkan, informasi terakhir yang kami terima, dalam waktu dekat akan dibangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBBN). Ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah agar nelayan tidak lagi kesulitan mendapatkan BBM,” kata Ambo Dale kepada media kamis (6/3/2025).
Dengan keberadaan SPBN yang merupakan tempat pengisian bahan bakar solar khusus untuk nelayan. Tujuannya adalah memberikan kemudahan akses dan kepastian pasokan BBM untuk nelayan, sehingga mampu Meningkatkan kesejahteraan nelayan.
“Saat ini kesulitan para nelayan selama ini adalah bahan bakar. Bahan bakar hanya bisa mereka dapatkan dengan harga cukup mahal sekitar Rp 12 ribu hingga Rp13 ribu per liter. padahal harga Pertamina bahan bakar dengan harga standar Rp6.800 per liter,” jelas Ambo Dale.
Dari itu untuk mendorong pertumbuhan sektor perikanan dan wisata pancing diKecamatan marang Kayu khususnya di desa Kristik, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah memberikan bantuan kepada para nelayan. Bantuan yang diberikan mencakup alat pancing, kotak ikan, serta perahu untuk mendukung aktivitas nelayan dalam mengoptimalkan hasil tangkapan mereka.
SPBN merupakan stasiun bahan bakar yang khusus menjual solar untuk nelayan. SPBN biasanya terletak di daerah yang dekat dengan sentra aktivitas nelayan.
Program SPBN pertama kali diluncurkan pada tahun 2003, sebagai bagian dari Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPN).
Keberadaan SPBBN lanjutnya, sangat penting untuk meningkatkan produktivitas nelayan dan mengembangkan sektor perikanan di wilayah tersebut. Selain itu, dengan adanya berbagai bantuan dari pemerintah, nelayan diharapkan semakin berdaya saing dan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka. ADV/Dikominfo Kukar/Sr








