Kab. Kutai Kartanegara

Rapak Lambur Berbenah, Coba Kembalikan Durian Sebagai Daya Tarik

Bagikan

Kutai Kartanegara, Solidaritas- Memiliki luas wilayah mencapai 5505 Ha dan sekitar 70 persen kawasan Rapak Lambur masih berupa hutan dipastikan memiliki potensi buah lokal yang luar biasa, salah satunya adalah buah durian.

Buah Durian Rapak Lambur pernah menjadi daya tarik bagi masyarakat di Kalimantan Timur, namun karena kalah tenar dari durian melak, maka saat ini meski durian berasal dari Rapak Lambur pasti dijual pedagang dengan nama durian melak , hal inilah yang kemudian mendasari pemerintah desa Rapak Lembur untuk mengembalikan identitas Durian Rapak lembur kepada masyarakat.

Saat ini berdasarkan data desa Rapak Lambur memiliki lahan durian seluas 100 hektar, yang sebagian besar dikelola oleh warga secara mandiri. Beragam jenis durian, seperti Montong dan Sitokong serta beberapa jenis durian kampung lainnya.

Atas dasar itu Bupati Kutai Kartaneagra Edi Damansyah mengharapkan agar desa Rapak Lambur bisa mengembangkan dan memperkenalkan durian Rapak Lambur sebagai salah satu komoditi unggulan desa Rapak lambur.

“Pak Edi Damansyah telah meminta kepada desa Rapak lambur untuk mengembangkan konsep wisata untuk memperkenalkan durian sebagai komoditas unggulan, Bupati juga meminta keberadaan kebun durian ini diharapkan mampu menjadi sarana wisata,” kata Ramizo kasi Pemerintahan Desa Rapak Lambur kepada Solidaritas di kantornya rabu (05/03/2025).

Atas petunjuk Bupati Kukar tersebut saat ini pihak desa sedang melakukan inventaris atau pendataan durian durian warga yang nantinya bisa di jadikan spot spot wisata,” intinya kita akan memanfaatkan kebun kebun masyarakat, sehingga masyarakat yang mendapatkan keuntungan dari program ini,” jelas Ramizo.

Selain itu lanjut Ramizo berdasarkan petunjuk Kades pengembangan wisata durian ini nantinya akan dikelola bersama dengan Badan Usaha Milik Desa. Sebagai bagian dari upaya pengembangan wisata, pemerintah desa berkomitmen untuk melakukan peremajaan kebun durian dengan mengganti pohon-pohon yang sudah tidak produktif.

“Wisatawan bisa langsung datang ke kebun-kebun warga untuk menikmati buah segar. Ini juga akan membuat masyarakat lebih kreatif dalam mengelola kebunnya dalam menarik wisatawan,” lanjut Ramizo.

Konsep wisata yang akan dikembangkan tidak hanya akan memperkenalkan durian sebagai komoditas unggulan, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata yang menyeluruh. Wisatawan nantinya dapat menikmati tur kebun durian, mempelajari cara budidaya durian, serta mencicipi beragam jenis durian, seperti Montong dan Sitokong, langsung dari pohonnya.

“Kami ingin memberikan pengalaman yang autentik kepada pengunjung, bukan hanya menikmati durian, tetapi juga merasakan atmosfer kehidupan desa yang asri,” Tambahnya.

Bahkan rencananya pemerintah desa juga merencanakan untuk mengadakan festival panen raya durian yang diharapkan dapat menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Sesuai keinginan Kades Festival ini diharapkan menjadi ajang promosi durian lokal sekaligus memperkenalkan produk-produk olahan durian yang dihasilkan oleh masyarakat setempat. Festival ini diharapkan dapat menjadi daya tarik yang kuat bagi para wisatawan yang tertarik untuk mengenal lebih dekat budaya dan kekayaan alam Desa Rapak Lambur,” tutupnya. ADV/Diskominfo/Sr


Bagikan

Related Posts