Samarinda, Solidaritas – Pemerintah Kota Samarinda bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Kelurahan Budaya Pampang dan Perumahan Bengkuring, Selasa 28 Januari 2025. Antara lain, dengan menurunkan Badan Penanggulangan Bencana Kota Samarinda (BPBD) untuk mendirikan dapur umum, langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan pangan korban banjir tetap terpenuhi di tengah situasi darurat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda langsung beraksi menyiapkan sekitar 1.800 bungkus makanan untuk para korban banjir.
Meskipun dengan keterbatasan peralatan dan bahan makanan, petugas dapur umum tetap berupaya maksimal melayani warga yang tidak bisa memasak karena peralatan mereka telah diamankan dari rendaman air.
Ipin, Koordinator Dapur Umum BPBD Kota Samarinda, menjelaskan bahwa makanan akan didistribusikan langsung ke rumah-rumah warga yang terdampak banjir.
“Hari ini kita masak untuk 1.800 jiwa. Menu hari ini sementara seadanya dulu karena barang-barang masih didatangkan dari kantor. Kita masak ada mie sarden sama telur,” ujarnya.

Syaparuddin, Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), menyampaikan bahwa Walikota Samarinda Andi Harun telah menginstruksikan jajarannya untuk mengoptimalkan penanganan banjir.
“Di daerah Pampang ada 357 rumah yang terdampak, kemudian Bengkuring ada 317 rumah yang terdampak. Hari ini kita bekerja sama dengan BPBD Provinsi dan BPBD Kota membuka dapur umum dalam rangka mengantisipasi korban banjir jika lebih tinggi di dua wilayah,” jelasnya.
Selain mendirikan posko dan dapur umum, Pemkot Samarinda juga menyiagakan tim medis di beberapa lokasi strategis untuk memberikan bantuan kesehatan bagi warga yang membutuhkan.
Pemkot Samarinda berupaya mengantisipasi berbagai dampak kesehatan yang mungkin timbul akibat banjir.
Berdasarkan data BPBD Kota Samarinda, banjir yang melanda dua kecamatan sejak Minggu, 26 Januari 2025, telah berdampak pada sekitar 1.000 rumah.
Banjir ini merupakan kombinasi dari kiriman air Sungai Muara Badak Ilir Kutai Kartanegara, tingginya curah hujan di wilayah Kota Samarinda, serta naiknya air pasang Sungai Mahakam dalam dua hari terakhir.
Pemerintah kota terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas setempat selama masa tanggap darurat banjir berlangsung. Red









