Samarinda, Solidaritas-Kebakaran kembali terjadi dikota Samarinda selasa (15/10/2024) , kali ini si jago merah menghanguskan rumah warga di jalan AW Sjahranie gang H Sabran 2, RT 9 Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Api yang cukup besar diduga berasal dari sisa pembakaran sampah, akibatnya 9 rumah warga dikawasan padat penduduk di kota Samarinda hangus terbakar, tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini, namun kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Seorang warga tidak kuasa menahan kesedihan saat melihat tempat tinggalnya terbakar hangus dilalap si jago merah, ia hanya bisa pasrah, air mata terus mengalir bahkan terlihat sedikit panik saat mengabarkan kejadian kebakaran yang menimpanya kepada kerabatnya, hingga akhirnya warga tersebut harus ditenangkan oleh warga sekitar dan dibawa masuk kerumah warga lainnya untuk beristirahat.
Hendika salah seorang saksi mata yang berada dikawasan itu mengatakan sebelum terjadi kebakaran ia melihat salah satu pemilik warga yang tinggal di rumah bansal tidak jauh dari tempatnya membakar sampah, namun setelah membakar sampah itu pemilik rumah kemudian pergi meninggalkan rumah , karena memang pada saat saat itu para penghuni perumahan padat itu sedang berkerja.
“Saya gak tau bagaimana mulanya, namun api pertama terlihat dari rumah itu dan api langsung membesar disertai angin yang cukup kencang hingga akhirnya dalam waktu dekat api membakar rumah rumah disekitarnya,” kata Hendika.
Api dengan cepat membesar dan menyebar, akibatnya banyak warga yang tidak sempat mengeluarkan harta benda mereka, bahkan seorang ibu nekat mendekati petugas pemadam kebakaran untuk masuk dalam rumah guna mencari anaknya yang masih berusia 6 tahun, beruntung saat dilakukan pengecekan tidak ditemukan adanya anak korban yang terjebak didalam rumah.
Sementara itu Kabid Pemadam dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda, M Teguh Setiawardana mengatakan bahwa petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api setelah satu jam penanganan, jalan sempit dan minimnya akses kendaraan masuk kelokasi menjadi penyebab api lambat tertangani.
Akibat kejadian ini sedikitnya ada 9 bangunan dengan rincian 6 rumah tunggal dan 3 bangsalan dua pintu hangus terbakar, sementara empat rumah terdampak, ada 12 kepala keluarga atau 48 orang kehilangan tempat tinggal.
“Video awal yah laporan dari warga bahwa ada warga yang bakar sampah disamping rumah, namun masih kita tunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian,” kata Teguh.
Beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban terluka maupun korban jiwa, Sementara itu untuk memastikan penyebab kebakaran di pemukiman warga, petugas kepolisian polsekta Samarinda Ulu masih melakukan penyelidikan. Bejo









