Samarinda, Solidaritas- Nasib naas dialami seorang warga kota Samarinda, bukanya sehat RS (47) justru meregang nyawa di rumah pijat di kawasan jalan Bung Tomo Samarinda Seberang (5/6/2024) pukul 21.45 wita, sebelumnya korban sempat kejang kejang sebelum dipijat.
Kapolsek Samarinda Seberang, Kompol Bitab Riyani, melalui Kanit Reskrim IPDA Rizki Tovas, menjelaskan terkait kejadian tersebut. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.
“Dari keterangan keluarga korban, korban memang memiliki riwayat penyakit jantung, sehingga dugaan sementara penyebab kematiannya adalah karena penyakitnya tersebut kambuh,” ujar Tovas. Saat dikonfirmasi Kamis (6/7/2024).
Jajaran Polsek Samarinda Seberang yang tiba di lokasi melakukan identifikasi awal terhadap korban, dibantu relawan jasad korban di bawa ke rumah sakit untuk kepentingan lanjutan.
“Korban dibawa ke rumah sakit untuk keperluan visum,” tambahnya.
Su (45) terapis yang merupakan berada di panti pijat tersebut mengungkapkan jika saat korban tiba di panti pijat, pihaknya telah menjelaskan jika jam operasional sudah hampir tutup. Namun korban tetap memaksa untuk dipijat, tak ingin berpanjang lebar Su pun tetap melayani korban di bilik nomor 8.
“Baru buka jaket dan berbaring telentang korban langsung kejang-kejang saya pun panik,” jelas Su.
Dirinya yang panik bergegas mencari pertolongan ke rekan kerjanya yang selanjutnya menghubungi ketua RT setempat.
“Saat kami kembali bersama pak RT korban sudah tidak bergerak dan merespon,” tandasnya.Red








