Kutai Kartanegara, Solidaritas — Hari-hari mereka biasanya dihabiskan di bawah terik matahari, mengejar narasumber, atau berkejaran dengan tenggat waktu redaksi. Namun, pada Rabu (27/5/2026) pagi, pemandangan di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Kartanegara (Kukar) tampak berbeda.
Ruang kerja di Jalan Lais, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong itu berubah total menjadi episentrum kebersamaan dan penyejuk lelah bagi para pemburu berita di momentum Iduladha 1447 Hijriah.
Begitu ibadah Salat Id selesai ditunaikan di lingkungan masing-masing, para jurnalis yang biasa saling berkompetisi di lapangan ini mulai melangkah masuk ke halaman sekretariat. Tidak ada kamera besar yang mengalung di leher atau buku catatan di tangan. Kali ini, mereka datang dengan pakaian santai, siap menyingsingkan lengan baju untuk bergotong royong menyembelih satu ekor sapi kurban, sebentuk buah tangan dari Pemerintah Kabupaten Kukar.
Tawa renyah dan obrolan santai langsung memecah kesunyian halaman. Di sinilah letak keindahannya: momen kurban berhasil meluruhkan sekat-sekat penat dari rutinitas jurnalistik yang saban hari menguras energi. Di sudut halaman, beberapa wartawan senior tampak sibuk memegang tali, sementara jurnalis muda bersiap mengemas daging. Semua membaur dalam satu ritme kerja kelompok yang cair.
“Alhamdulillah, usai salat Ied berjamaah, seluruh kawan-kawan pengurus langsung bergegas ke sekret dan gotong royong kita menyembelih sapi kurban,” tutur Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo, dengan raut wajah penuh syukur.
Pria yang karib disapa Awi ini memandang ritual tahunan ini bukan sekadar seremoni keagamaan biasa. Baginya, Iduladha adalah oase emosional yang mahal. Di tengah gempuran dinamika berita yang cepat, momen seperti inilah yang merekatkan kembali jalinan solidaritas dan keikhlasan antaranggota. “Semoga kesolidan kawan-kawan dan sinergitas kita terus terjalin dan selalu bersama-sama dalam bingkai keikhlasan,” harap Awi.
Kian menambah kehangatan acara, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyempatkan diri untuk berkunjung langsung ke Kantor PWI Kukar. Di sela kunjungannya, ia menyampaikan bahwa momentum Iduladha harus menjadi pengingat pentingnya semangat berbagi serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
“Harapan kita dengan semangat berkurban ini, spirit untuk berbagi dan meningkatkan jiwa kemanusiaan bisa semakin terpupuk. Mudah-mudahan keberkahan kurban ini membawa kebaikan untuk Kabupaten Kutai Kartanegara,” ungkap Bupati.
Ia juga membeberkan bahwa pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Kukar menyalurkan total 72 ekor hewan kurban yang disebar secara merata ke seluruh wilayah kecamatan. Pemkab pun berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan program keagamaan ini agar dampaknya kian meluas.
“Total dari Pemkab ada 72 ekor hewan kurban yang kita bagikan di seluruh kecamatan. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih kita tingkatkan lagi. Sekarang kami meminta jajaran untuk membuat kriteria dalam pemberian bantuan hewan kurban ini sehingga manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Bagi pihak pemerintah sendiri, insan pers adalah jembatan komunikasi publik sekaligus pengingat lewat kritik yang membangun. Dukungan hewan kurban tersebut merupakan atensi langsung dari Bupati dan Wakil Bupati sebagai simbol rawatan hubungan harmonis yang sehat.
Menjelang siang, aroma gurih mulai tercium dari area dalam sekretariat. Setelah paket-paket daging kurban selesai ditimbang dan siap didistribusikan untuk internal PWI serta warga sekitar, acara puncaknya pun tiba: makan bersama.
Di atas tikar sederhana, bertemankan menu olahan daging kurban yang dimasak bersama, para wartawan melepas penat sembari menikmati kebersamaan yang utuh. Sebuah hari yang pendek namun bermakna, mengingatkan para wartawan bahwa di luar urusan berita, ada keluarga besar bernama PWI Kukar yang selalu siap merayakan kehangatan bersama. (Red)









