Samarinda, Solidaritas – Pesatnya pembangunan di Kota Samarinda sebagai pilar penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa tantangan sosial dan pertumbuhan penduduk yang dinamis. Menjawab tantangan tersebut, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menekankan bahwa kunci utama untuk menjaga kelancaran pelayanan publik dan pembangunan daerah berada pada kekuatan sinergi antara Pemerintah Daerah, Polri, TNI, dan Kejaksaan.
Pernyataan tersebut mengemuka di sela-sela peresmian sejumlah fasilitas kepolisian di Kalimantan Timur, termasuk Asrama Polisi (Aspol) Tunggal Panuluan di Samarinda pada Senin kemarin.
Kehadiran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam peresmian tersebut menjadi catatan manis tersendiri, mengingat ia juga yang melakukan peletakan batu pertama proyek ini setahun lalu.
Kawasan Aspol Gelatik yang dulunya merupakan area rawan banjir dengan hunian yang kurang layak, kini telah bersolek total. Transformasi ini menghadirkan hunian yang nyaman dan representatif bagi para perwira serta prajurit Polri. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan mampu memantik semangat baru bagi para aparat dalam mengabdi kepada masyarakat.
Meski kondisi APBD kota masih menghadapi berbagai tantangan, Andi Harun menegaskan komitmen Pemerintah Kota Samarinda untuk tidak goyah dalam memperkuat hubungan lintas lembaga ini.
Baginya, dukungan dari penegak hukum dan pertahanan bukan sekadar formalitas, melainkan modal paling mendasar demi menciptakan rasa aman di tengah kehidupan sehari-hari warga. Dengan stabilitas keamanan yang terjaga, roda pembangunan Samarinda pun dapat terus melaju tanpa hambatan. Red









