Kota Samarinda

Demo Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim Berakhir Ricuh, Gas Air Mata dan Water Cannon Ditembakkan

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, berakhir ricuh pada Selasa (21/4/2026) malam. Massa yang bertahan melebihi batas waktu terlibat bentrok dengan aparat keamanan.

Pantauan di lapangan, aksi yang awalnya berlangsung damai sejak siang hari mulai memanas saat memasuki pukul 18.00 WITA. Meski koordinator lapangan telah menyatakan aksi bubar, sejumlah massa tetap bertahan di lokasi.

Ketegangan memuncak saat beberapa peserta aksi mulai melemparkan batu dan potongan keramik ke arah petugas. Tak hanya itu, massa juga membakar sampah tepat di depan pintu masuk Kantor Gubernur.

Guna mengendalikan situasi yang semakin tidak kondusif, aparat kepolisian mengambil tindakan tegas. Petugas memukul mundur massa dari dua arah, yakni Jalan Gunung Cermai dan sisi Korem 091/ASN. Sebanyak enam unit mobil water cannon dikerahkan untuk memecah kerumunan, dibarengi dengan tembakan gas air mata.

Irjen Pol Endar Priantoro/ Kapolda Kaltim

Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, memberikan apresiasi terhadap jalannya aksi yang awalnya berjalan aman dan lancar. Terkait adanya peserta aksi yang diamankan, ia menyatakan pihak kepolisian akan bersikap persuasif.

“Kami akan melihat tingkat kesalahan yang diperbuat. Jika tidak fatal, kemungkinan hanya akan diberikan pembinaan,” ujar Irjen Pol Endar Priantoro saat ditemui di lokasi.

Ia juga mengimbau agar ke depannya penyampaian aspirasi dilakukan dengan cara yang lebih bijak.

“Harapan kita, seandainya ada demo lanjutan, sampaikan dengan cara elegan sehingga tidak menimbulkan ekses yang berimplikasi pada gangguan Kamtibmas,” tambahnya.

Dalam aksinya, Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim membawa tiga tuntutan utama kepada Pemerintah Provinsi Kaltim:
Audit kebijakan anggaran terkait pengadaan mobil dinas dan renovasi rumah jabatan.
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Optimalisasi fungsi pengawasan DPRD Kaltim.

Salah satu orator dalam orasinya bahkan menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Rakyat Kaltim cuma minta satu hal, Pak Prabowo tolong bantu kami sekali lagi,” serunya di tengah massa.

Di sisi lain, ketatnya pengamanan di Kantor Gubernur mendapat kritik pedas dari warga yang ikut serta, salah satunya Dyah Lestari. Ia mengaku prihatin dengan adanya kawat berduri yang membentengi gedung pemerintah.

“Kita ini pembayar pajak. Beli mi instan saja kita kena pajak 10 persen. Tapi ketika kita datang ke ‘Rumah Rakyat’, kita justru disambut kawat berduri seperti ini. Luar biasa, top!” sindir Dyah dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah petugas kepolisian masih berjaga di sekitar Jalan Gajah Mada untuk memastikan situasi benar-benar kondusif. Publik kini menanti jawaban nyata dari para pemangku kebijakan atas tuntutan transparansi anggaran yang disuarakan. Red

 


Bagikan

Related Posts