Opini

Selamat Jalan Bu Meiliana, Surga Menantimu…

Bagikan

Catatan Rusdiansyah Aras

​​Selasa (7/4) kemarin, sekitar pukul 18.00 WITA, sebuah kabar duka menyentak kesadaran kami. Dr. Hj. Meiliana, S.E., M.M., sosok birokrat perempuan tangguh yang telah mengukir sejarah di Kalimantan Timur, telah berpulang ke haribaan-Nya. Beliau wafat dalam keadaan tenang di kediamannya. Innalillahi wa innailaihi rajiun.

​Ingatan saya langsung melayang ke tahun 1991. Kala itu, saya baru saja ditugaskan oleh SKH Kaltim Post untuk mengawal pos liputan di Kantor Gubernur Kaltim. Saya sendiri memulai karier sebagai wartawan olahraga pada 1988, namun penugasan di “Gajah Mada” mempertemukan saya dengan sosok yang luar biasa ini.

​Saat itu, Bu Mei—begitu kami akrab menyapanya—bertugas di pos Protokol Pemprov Kaltim. Di sanalah persahabatan antara jurnalis dan sumber berita terjalin begitu erat.

Beliau sangat gemar berbagi informasi mengenai agenda dan kegiatan Gubernur Kaltim saat itu, HM Ardans SH. Berkat kemurahan hati dan profesionalismenya, saya bersama rekan dari SKH Suara Kaltim, almarhum Johansyah Ibrahim, hampir tidak pernah tertinggal satu pun momen aktivitas gubernur.

Bu Mei adalah jembatan informasi yang membuat tugas kami menjadi jauh lebih mudah.

​Di mata saya, Bu Mei adalah sosok yang cerdas, humble, dan sangat supel dalam bergaul. Maka, tidak mengherankan jika kariernya melesat cepat bak anak panah. Beliau adalah petarung di birokrasi yang memulai segalanya dari bawah.

Dari staf protokol, beliau terus mendaki tangga pengabdian:
​Asisten I Setda Prov Kaltim
​Kepala Badiklat Kaltim
​Pj Wali Kota Samarinda
​Pj Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim

​Beliau adalah “Srikandi” pertama yang berhasil menduduki jabatan puncak birokrasi di Bumi Etam. Sebuah prestasi yang membuktikan bahwa dedikasi dan kompetensi tidak mengenal batas gender.

​Hubungan kami pun tidak sebatas urusan pekerjaan. Beliau mengenal keluarga saya dengan sangat baik, terutama istri saya, Nurliah Ermi.

Kedekatan ini terasa begitu personal; beliau selalu menyempatkan diri hadir dalam momen-momen penting keluarga kami. Saya ingat betul, saat saya menikahkan putri saya, Nanda Nadiera Puteri pada 2014, dan putra saya, M. Ganahadi Hutama Putera pada 2018, beliau hadir memberikan doa restu.

​Bahkan, ikatan itu makin terasa karena putri beliau ternyata seangkatan dengan putra saya sejak di SMPN 1 hingga SMAN 1 Samarinda. Beliau bukan sekadar pejabat bagi kami, tapi sudah seperti bagian dari keluarga besar.

​Kini, sosok yang tegas namun tetap merangkul itu telah tiada. Kaltim kehilangan salah satu putra-putri terbaiknya.

Ibu Meiliana adalah orang baik, terutama bagi kami para jurnalis yang pernah merasakan “hangatnya” meja protokol di kantor gubernur.

​Terima kasih atas dedikasi terbaikmu untuk daerah ini, Bu Mei. Kami bangga dan hormat kepadamu. Selamat jalan menuju keabadian. Semoga husnul khatimah, dan surga kini menantimu.
​(rd)


Bagikan

Related Posts